Logo Header Antaranews Makassar

Program PNPM SPP di Sulbar Belum Maksimal

Sabtu, 9 Januari 2010 23:32 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri di Sulawesi Barat belum tertangani secara maksimal.

Program itu diperuntukkan untuk Simpan Pinjam Perempuan (SPP) di Sulbar sebagai upaya pemerintah untuk memberdayakan kaum perempuan di daerah itu.

Hal ini dikatakan Koordinator PNPM-MP Sulbar, Andi Indra, di Mamuju, usai memantau pelaksaaan tes peserta aktif fasilitator PNPM di gedung pemuda, Mamuju, Sabtu.

Menurutnya, program SPP yang digulirkan pada tahun anggaran 2009 lalu bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat golongan menengah ke bawah melalui program SPP yang diharapkan bisa terarah dan terlaksana dengan baik ternyata masih sangat jauh dari apa yang diharapkan.

Namun demikian, kata Andi, program SPP tersebut akan tetap dilaksanakan seefektif mungkin sesuai dengan peruntukannya bagi perempuan yang ada di desa-desa sehingga mampu mengaktualisasikan sesuai sasaran yang hendak dicapai yakni peningkatan ekenomi berbasis mandiri bagi perempuan yang ada di Sulbar.

"Pengelolaan program SPP di Sulbar terasa canggung akibat tidak terbiasa dengan pelaksanaan program itu sehingga sasaran yang diinginkan belum berjalan efektif," ungkapnya.

Diungkapkannya, program itu dilaksanakan secara bergulir untuk pengembangan usaha mikro sehingga nantinya kaum wanita itu bisa mandiri.

Kendala yang dihadapi melalui program SPP itu menjadi evaluasi untuk menutupi kendala yang dihadapi, sehingga dana yang dikucurkan untuk pemberdayaan perempuan lebih di tahun ini.

"Makanya, untuk tahun ini kami berupaya melakukan sosialisasi terkait program SPP, sehingga program itu bisa bermanfaat untuk pemberdayaan masyarakat ekonomi kecil, khususnya kaum perempuan," jelasnya.

Andi mengatakan, kuota pendanaan untuk program SPP sebesar 25 persen dari pagu anggaran untuk tiap kecamatan. misalnya, jika pagu kecamatan sebesar Rp1 miliar, maka dana untuk SPP hanya berkisar Rp250 juta untuk tiap kecamatan.

Dia mengungkapkan, mekanisme pencairan dana program tersebut dilakukan secara bertahap pada sejumlah kecamatan dari lima kabupaten yang ada di Sulbar.

"Pencairan untuk program simpan pinjam wanita sebesar 25 persen, dan yang kedua 75 persen dipergunakan untuk pembangunan fisik," tuturnya.

Penggunaan dana tersebut diharapkan benar-benar tepat sasaran dan terarah bagi masyarakat gologan menengah ke bawah.

(T.KR-ACO/F003)