
Pemuda Muhammadiyah Dukung Pendidikan Gratis

Makassar (ANTARA News) - Pemuda Muhammadiyah (PM) menyatakan mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang memudahkan akses masyarakat mendapat pendidikan melalui program sembilan tahun pendidikan dasar gratis.
Ketua Umum PM Sulsel Rahmat Nur saat pembukaan musyawarah wilayah ke-16 IPM Sulsel di Makassar, Jumat, mengatakan, program tersebut berkontribusi besar pada peningkatan kualitas pendidikan anak bangsa. Sebab, sebagai bangsa yang berpenduduk ratusan juta, Indonesia seharusnya juga berpotensi memiliki banyak sumber daya manusia yang cerdas.
Namun dalam kenyataannya itu tidak terjadi sebab biaya pendidikan yang begitu mahal dan tidak sebanding dengan penguasaan ekonomi rakyat.
"Bagaimana mungkin pendidikan tersentuh oleh rakyat kalau harga pendidikan mahal sementara di satu sisi mereka tidak ditunjang kekuatan ekonomi yang memadai," katanya.
Ia juga mengeritisi model pendidikan tinggi di Indonesia. Menurut dia, di tengah tingginya angka pengangguran saat ini pemerintah sudah saatnya harus mulai mengubah sistem pendidikan perguruan tinggi.
Sistem pendidikan kontemporer yang cocok dengan situasi krisis lapangan kerja di Indonesia adalah kampus sebagai penghasil karakter 'enterpreneurship' atau kewirausahaan, bukan sekedar penghasil sarjana.
"Pemuda juga mulai saat ini harus berhenti berpikir menjadi buruh ataupun PNS. Kami mengajak pemuda untuk kembali ke nilai-nilai lokal yang sesuai dengan perintah Allah dan rasul-Nya, yakni mengembangkan potensi diri bagi kemaslahatan umat," ujarnya.
Terkait dengan Muswil, Rahmat berharap peserta tak terjebak pada pragmatisme politik, sebab hal tersebut haram hukumnya dalam muswil Pemuda Muhammadiyah.
Peserta, kata dia, harus bermusyawarah secara islami dengan menjaga 'akhlakul karimah' (kemuliaan akhlak), guna mencari sosok ketua terbaik.
Musyawarah ke-16 IPM Sulsel yang berlangsung di kampus Universitas Muhammadiyah Makassar, 21-23 Januari, diikuti enam kandidat ketua. Mereka akan memperebutkan 438 suara dari seluruh daerah di Sulsel. (T.KR-AAT/H-KWR)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
