
Peternakan Ayam Ras Sulsel Butuh Perhatian

Makassar (ANTARA News) - Usaha peternakan ayam ras di Sulawesi Selatan membutuhkan bantuan dan perhatian baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten setempat.
"Dari 12 juta lebih populasi ayam di Sulsel hanya menghasilkan sekitar empat juta telur per hari, ini perlu diperhatikan pemerintah," kata anggota Komisi B DPRD Sulsel, Jumardi Haruna, di Makassar, Jumat.
Ia menilai, peternak ayam di Sulsel belum bisa bersaing dengan peternak berasal dari Jawa Timur yang menguasai distribusi telur dan ayam antara lain di Kalimantan, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.
Peternak ayam di Sulsel, katanya, hingga saat ini belum memanfaatkan teknologi maju dan belum terlatih secara optimal untuk mengembangkan usahanya.
Selain itu, katanya, kualitas penyuluh peternakan di lingkup Pemprov Sulsel dan pemerintah kabupaten serta kota setempat masih perlu ditingkatkan agar mendapatkan kepercayaan dari peternak.
"APBD Sulsel untuk Dinas Peternakan, tidak ada program untuk itu. Kalau pun ada, itu dari APBN untuk vaksinasi, namun belum pernah saya lihat nama programnya," katanya.
Jumardi yang juga politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu menilai, pemprov setempat hingga saat ini masih memberikan perhatian lebih besar kepada pengembangan ternak sapi dan kambing ketimbang peternakan ayam.
Komisi B DPRD Sulsel berkunjung ke Kabupaten Sidrap untuk melihat salah satu peternakan ayam H. Abbas.
Peternakan itu memiliki sekitar 100 ribu ekor ayam dengan menghasilkan telur rata-rata 500 rak setiap hari. Ia tidak menyebut rinci jumlah telur setiap rak.
"Lumayan usahanya, dimulai dari nol, tapi sudah memenuhi pasar di Sidrap, Pinrang, Enrekang, Toraja. Pernah ke Kalimantan saat permintaan tinggi," kata Jumardi yang legislator berasal dari daerah pemilihan Sidrap, Pinrang, Toraja, dan Enrekang itu.
Ia mengatakan, masalah lain yang dihadapi peternak ayam setempat adalah harga pakan yang empat kali naik selama tiga bulan terakhir.
Komisi itu akan mengecek kebenaran informasi menyangkut kenaikan harga pakan tersebut di perusahaan pakan ayam,(T.KR-AAT/M029)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
