
Garuda Minta Dukungan Sulsel dalam Pelayanan Imigrasi

Makassar (ANTARA News) - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia meminta dukungan Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) pada sisi pelayanan Custom, Immigration, and Quarantine (CIQ) terkait akan dibukanya rute penerbangan langsung Makassar-Singapura pada 1 Juni 2011.
"Yang kami perlukan adalah dukungan mengenai CIQ, karena ini sudah penerbangan internasional," kata Vice Presiden Marketing Garuda Indonesia, Don JP Bustan, di Makassar, Senin, usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.
Untuk hal ini, pihaknya juga akan mengajak Garuda dari cabang Makassar dan Keimigrasian Makassar untuk melakukan penyesuaian dan melihat bagaimana Bandara Cengkareng, Jakarta menangani CIQ, termasuk mengundang pihak Bandara Changi, Singapura.
"Dengan pemerintah masih ada beberapa hal yang perlu kita bahas mengenai keamanan dan imigrasi. Kita akan kasih layanan internasional, jangan sampai hanya di pesawat. Kita juga maunya hingga pada penanganan di darat," jelasnya.
Frekuensi rute penerbangan langsung Makassar-Singapura akan dilayani sebanyak satu kali dalam satu hari dengan jarak tempuh kurang lebih dua jam.
Yang menarik, kata dia, pihaknya telah memperoleh sekitar 30 persen penumpang, meski rute penerbangan ini belum resmi dibuka.
"Hal ini cukup bagus karena kami sendiri belum melakukan peluncuran. 30 persen itu lebih ke industri dan internal karena mungkin pertama kali layanan penuh melayani penerbangan langsung ke Singapura," katanya.
Jika dibandingkan rute lain, dari sisi bisnis, rute penerbangan langsung ke Singapura dinilai paling menjanjikan. Untuk Australia misalnya, untuk sementara masih cukup dilayani dengan rute Makassar-Denpasar-Australia. "Singapura pertama yang lain gampang, Australia bisa lewat Denpasar, kalau Kualalumpur masih dipikirkan," katanya.
Sedangkan penumpang dari Singapura ke Makassar animonya juga dinilai cukup tinggi karena selain Makassar, rute ini juga dapat digunakan untuk Nusa Tenggara Barat atau Kendari. Kelebihan lain dari rute ini adalah efisiensi waktu bagi warga Makassar dan wilayah Indonesia Timur lain. "Untuk jadwal kami sebisa mungkin menyambungkan dengan daerah di Indonesia timur lainnya," tambahnya.
Menanggapi rencana Bandara Internasional Hasanuddin dijadikan sebagai salah satu titik penerbangan internasional pada 2015 dan rencana Air Asia membuka penerbangan langsung ke lima ibu kota negara Asia, pihaknya mengaku telah siap dan memperkirakan akan ada kompetisi yang besar. (T.KR-RY/M012)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
