
TIM Basket Sulsel Gagal Tampil di PON

Makassar (ANTARA News) - Tim Basket Sulawesi Selatan kembali gagal berlaga di PON setelah dikalahkan kontingen Banten dengan skor 68-52 di babak semifinal kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON), di Jawa Barat, Minggu.
Kekalahan dari tim Banten membuat Sulsel harus puas berada di urutan keempat klasemen sekeligus membuyarkan harapan menghentikan tradisi selalu gagal berlaga di PON sejak 2004 lalu. Sebelumnya, Sulsel juga kalah dari Kalimantan Tengah di babak semifinal pertama.
Sekretaris Umum Perbasi Sulsel Muh Taufik yang dihubungi seusai pertandingan dari Makassar, Minggu, mengatakan kegagalan ini tak lepas dari pengalaman tim lawan yang memang lebih baik dari Sulsel.
"Saya melihat kekalahan yang kita terima karena faktor pengalaman dan jam terbang para atlet. Namun kita tetap berharap bisa memberikan hasil lebih baik pada kejuaraan yang akan datang," jelasnya.
Meski kembali harus menelan pil pahit gagal berlaga di PON, hal itu tidak terlalu membuat pihaknya kecewa. Maklum, prestasi Sulsel yang bisa melaju hingga kebabak semifinal dinilai sudah merupakan pencapaian yang cukup baik.
Sikap itu juga tak lain persoalan persiapan yang hanya berlangsung selama tiga bulan. Persiapan itu tentu tidak sebanding dengan kontingen lain yang telah melakukan selama satu hingga tiga tahun.
Selain itu, kemungkinan Sulsel bisa berlaga di PON juga masih terbuka jika protes kontingen Kalimantan Barat terhadap Kalimantan Tengah bisa diterima pihak pelaksana.
"Kalbar itu diprotes karena memainkan tujuh pemain asal Jatim. Kami sendiri berencana melakukan protes serupa sebelum bertolak ke Makassar," katanya.
Sementara Sekretaris KONI Sulsel Nukhrawi Nawir, mengatakan bahwa pencapaian yang diraih tim Sulsel di Pra PON sudah cukup baik.
"Kompetisi basket tingkat nasional memang sangat jarang dilakukan di Makassar. Itupun yang membuat kita selalu kalah pengalaman dari tim Jawa. Namun kita tetap beri apresiasi dengan pencapaian (lolos semifinal) itu," ujarnya. (T.KR-MH/T009)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
