Logo Header Antaranews Makassar

DPS Polman Merosot karena DP4 tidak Tepat

Jumat, 29 Juli 2011 12:38 WIB
Image Print

Polman, Sulbar (ANTARA News) - Merosotnya jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, dianggap berasal dari tepatnya Daftar Pemilih Potensial Pemilu (DP4) sesuai pendataan di desa/kelurahan di Polman.

Ketua KPU Polman, Usman Suhriah di Polman, Jumat, mengatakan, pihaknya hanya mengikuti DP4 yang ditetapkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DKCS) Polman untuk diverifikasi ulang dan selanjutnya menghasilkan DPS pada tiap desa/kelurahan serta kecamatan yang saat ini masih dalam tahap pendataan.

"Pada dasarnya kami tidak memiliki kewenangan untuk mengoreksi data yang dihasilkan DKCS yang menghasilkan DP4 untuk kami verifikasi, namun hal tersebut sangat berpengaruh terhadap data yang kami olah di lapangan untuk dijadikan DPS serta DPT (Daftar Pemilih Tetap)," tutunya.

Diakui, DP4 masih memiliki banyak kekurangan, diantaranya ada beberapa pemilih tidak dikenali identitasnya sesuai dengan data yang tertera, sehingga hal tersebut membuat beberapa petugas pencacah di lapangan kesulitan untuk mengakomodir seluruh data warga yang termasuk sebagai pemilih.

Selain itu, ia menyebutkan, ada beberapa pemilih dalam DP4 dinyatakan telah meninggal dunia, ada yang sudah pindah lokasi ke luar kota maupun ke luar negeri, beberapa pemilih salah nama, serta daftar pemilih masih ganda dan hal tersebut menjadi salah satu penyebab minimnya jumlah pemilih di Polman dibanding tiga tahun lalu," sebut Usman.

Ia mengaku, wajar jika terjadi kesalahan saat petugas pencacah melakukan verifikasi, sebab data yang kami terima juga terjadi banyak kesalahan, sementara DP4 yang harus dijadikan dasar untuk melakukan penetapan jumlah DPS yang selanjutnya akan di verifikasi ulang untuk menghasilkan DPT.

Menurut dia, meskipun terjadi banyak kesalahan, pihaknya akan tetap melakukan pemantapan verifikasi sebelum batas waktu penetapan DPS menjadi DPT dan dalam aturan juga memungkinkan untuk melakukan penambahan jumlah pemilih dalam DPT meskipun telah ditetapkan.

Sebelumnya, Usman menyebutkan, DP4 yang menjadi dasar bahan pemutahiran KPU sebesar 285.161 pemilih, setelah dilakukan pemutahiran menghasilkan DPS sebanyak 233.000 pemilih per tanggal 24 Juli 2011.

Jumlah DPS yang dicapai di Polman, menurutnya sangat menurun drastis dibanding data pemilih pada Pilpres dan legislatif 2009, yakni sebesar 267.000 pemilih, sementara DPS diharapkan yang dihasilkan tidak jauh berbeda dengan jumlah tiga tahun sebelumnya.

"Setiap tahun pasti ada perubahan jumlah pemilih dan setiap tahun juga akan mengalami peningkatan. Namun, DPS yang telah diverifikasi melalui DP4 ini sepertinya sangat jauh dari kenyataan riil di lapangan, sehingga mengalami kemerosotan suara dibanding tiga tahun sebelumnya," ujar Usman.

Wakil Bupati Polman, Najamuddin Ibrahim mengatakan, telah melakukan koordinasi dengan KPU untuk melakukan verifikasi ulang pada seluruh desa/kelurahan.

"Bukan berarti dengan berkurangnya jumlah pemilih lantas muncul anggapan terjadi upaya secara politis untuk meningkatkan jumlah pemilih, namun hal tersebut merupakan perbandingan dari pemilihan presiden yang dilakukan sebelumnya," tuturnya. (T.PSO-284/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026