Logo Header Antaranews Makassar

Banyak Warga di Makassar Jadi "Golput"

Kamis, 9 April 2009 09:47 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Banyak warga yang telah tercatat masuk daftar pemilih tetap (DPT) pada Pemilu 9 April 2009 di Makassar memilih jadi "golput" atau tidak menggunakan hak suaranya di tempat pemilihan suara (TPS) pada hari pemungutan suara, Kamis.

Hampir semua TPS di Makassar terjadi golput dalam jumlah yang signifikan, bahkan ada beberapa TPS hanya dihadiri sekitar 50 persen pemilih yang masuk dalam DPT.

Di TPS 13 Kelurahan Kassi-Kassi, salah satu TPS di kawasan pemukiman Toddopuli I Makassar mencatat hanya 243 warga wajib pilih yang menggunakan hak suaranya dari total 481 yang masuk dalam DPT di kawasan itu.

Sementara di TPS 12 kelurahan yang sama, warga yang datang mencentang hanya 309 dari total DPT sebanyak 490 orang.

Panitia TPS 13 Kassi-Kassi, Latif mengakui bahwa warga yang datang ke TPS ini memang kurang dibanding pada Pemilu 2004 maupun pada Pilkada Waki Kota Makassar Oktober 2008.

"Ada warga yang telah menerima undangan dan menyetor ke panitia tetapi meninggalkan tempat karena tidak sabar menunggu dan hingga batas akhir pencentangan yang bersangkutan tidak muncul," ujar Latif.

Penghitungan suara baik untuk calon anggota legislatif (caleg) DPRD kabupaten/kota, provinsi, DPR RI maupun DPD di setiap TPS di Makassar saat ini tengah dilakukan dan diperkirakan berlangsung hingga malam hari.

Surat suara yang dinyatakan batal untuk DPRD provinsi Sulsel Dapil I Makassar di TPS 13 Kassi-Kassi hingga saat telah tercatat tiga surat suara, sementara di TPS 12 sebanyak dua surat suara.

Sementara itu, massa salah satu celeg dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dapil I Makassar melakukan unjukrasa ke kanor KPU setempat, menyusul perubahan daftar nomor urut dari nomor sembilan ke sepuluh oleh KPU menjelang pemungutan suara tanpa sepengetahuan caleg tersebut.
(T.S016/B013)