
Diza Ali Pertanyakan Kepemilikan Saham Konsorsium LPI

Makassar (ANTARA News) - Mantan Manajer PSM Makassar, Diza Ali, mempertanyakan status kepemilikan saham pihak Konsorsium LPI hingga sebesar 70 persen di PSM.
Diza Ali, dalam diskusi sepak bola bertema "PSM Ku, PSM Nu, PSM Ta", di Makassar, Sabtu, mengatakan hal itu sebagai tanggapan keinginan sejumlah pihak untuk membeli saham Konsorsium LPI.
"Siapa yang tahu berapa besar dana yang dikeluarkan konsorsium sehingga menguasai 70 persen dan PSM. Kita juga harus mengetahui uangnya dikemanakan dan untuk tujuan apa, semuanya harus jelas," katanya.
Wanita yang sempat mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI itu menjelaskan, keinginan membeli saham merupakan hal yang baik. Namun sebelum itu dilakukan seharusnya terlebih dahulu mengetahui soal status saham tersebut.
Jika akhirnya tidak ada kejelasan menyangkut kepemilikan saham, kata Diza, maka ada peluang untuk mendapatkan kembali saham 70 perset dari konsorium tersebut melalui jalur hukum.
"Penjualan saham juga harus disetujui seluruh klub PSM. Artinya, jika ada satu klub yang keberatan maka hal itu tidak sah secara hukum," jelasnya.
Diza juga mengaku kecewa dengan keputusan pengurus PSM menjual saham ke pihak luar. Maklum, kondisi itu memungkinkan membuat tim Juku Eja-julukan PSM bisa dijual ke pihak lain.
Mengenai wacana pengalangan dana koin untuk PSM, Diza mengaku tidak keberatan. Bahkan pihaknya yakin jika masyarakat akan bersedia melakukan hal itu demi menyelamatkan tim kebanggaannya.
"Jangankan koin, Saya kira masyarakat tak akan keberatan menyumbangkan Rp10 ribu untuk menyelamatkan PSM. Namun kembali lagi kita harus mengetahui dulu status saham yang 70 persen itu," ujarnya.
(T.PSO-283/T009)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
