
Pesan Perdamaian dari Tarakan

Hal itu dikemukakan Budayawan Udhin Palisuri dalam orasi budaya dan pembacaan puisi pada pembukaan Pesta Seni Budaya Nusantara, 26 - 27 Oktober 2011, di Lapangan Tengkayu I SDF, kota Tarakan.
"Kepada semua pejabat di republik ini, berhentilah menjadi penyamun, merampok uang rakyat," katanya.
Pesta Seni Budaya Nusantara ini diselenggakan BPC KKSS Tarakan bersama Pemkot Tarakan dibuka dengan resmi Walikota Tarakan H. Udin Hianggio.
Dalam sambutannya Walikota Tarakan menegaskan pentingnya membangun komunikasi antarbudaya. Pendekatan ini akan menemukan solusi terhadap kekhawatiran munculnya ekskalasi konflik antarsuku. Pentas Seni Budaya Nusantara ini diharapkan dapat menggairahkan Hari Sumpah Pemuda dengan semangat kebersamaan dan persatuan.
Fenomena pertikaian antarsuku serta komunitas masyarakat jangan sampai terulang kembali. Konflik mencekam telah menyentak nurani setiap orang, karena muncul secara tiba-tiba ketika kita merindukan keindahan dalam pluralisme dan kemajemukan.
Ketua BPC KKSS Tarakan H. Ince A. Rifai Yusuf, SH, MH, mengatakan, Pentas Seni Budaya Nusantara adalah upaya mengakomodir harapan masyarakat.
Kita berbeda-beda namun satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Mari kita jadikan budaya sebagai perekat persatuan antarsuku di Tarakan," kata Ince.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
