Logo Header Antaranews Makassar

Satu DPO MIT Poso tewas dalam kontak tembak dengan Satgas Madago Raya

Selasa, 4 Januari 2022 13:46 WIB
Image Print
Empat orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso. ANTARA/ (Kristina Natalia)

Palu (ANTARA) - Satuan Tugas Operasi Madago Raya kembali kontak senjata dengan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Sulawesi Tengah, dan dilaporkan menembak hingga tewas salah satu dari mereka, yang masuk dalam daftar pencarian orang.

Akan tetapi belum diketahui pasti kapan kontak senjata itu terjadi walau dilaporkan salah satu DPO, yang diduga adalah Ahmad Panjang alias Ahmad Gazali, tewas tertembak.

‘’Ia benar kejadiannya,’’ ungkap Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Madago Raya, Komisaris Besar Polisi Didik Supranoto, Selasa.

Baca juga: Ibu dari Ahmad Panjang, DPO MIT Poso, minta anaknya pulang ke rumah

Baca juga: Kapolda Sulteng: 4 anak buah Ali Kalora masih bersenjata dan pegang bom

Baca juga: Kapolri mengapresiasi kinerja Satgas Madago Raya tindak tegas MIT Poso

Menurut dia saat ini kepala Polda Sulawesi Tengah masih menuju ke lokasi kejadian dan akan segera memberi pernyataan pers tentang itu.

‘’Informasi awal terjadi kontak tembak yang diduga Ahmad Gazali Aias Ahmad Panjang untuk kepastiannya, nanti diutarakan kepala Polda (Sulawesi Tengah) kapan dan dimana. (Beliau) baru menuju ke Parigi,’’ kata Supranoto

Data Satgas Madag Raya, masih tersisa empat orang anggota MIT Poso yang masuk dalam DPO, yaitu Askar aliad Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Muklas, Suhardin alias Hasan Pranata, dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang.

Keempat orang DPO MIT Poso ini ditenggarai masih berkeliaran di pegunungan Kabupaten Poso, Parigi Moutong, dan Kabupaten Sigi.



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026