
Nelayan di Makassar Keluhkan Kelangkaan Solar

Konmdisi itu terungkap saat sejumlah nelayan mengaku Solar Paket Dealer Nelayan (SPDN) atau tempat pengisian Bahan Bakar Solar (BBS), khusus untuk kapal nelayan tidak optimal, dalam pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Sulsel di Makassar, Rabu.
Ketua HSNI Sulsel Busrah Abdullah mengatakan, dari data penduduk yang bermukim di Sulsel, hampir 60 persen berprofesi sebagai nelayan dengan berpenghasilan rendah dan miskin.
Dari data HSNI Susel sebut dia, alokasi untuk distribusi solar dari pemerintah pusat sebanyak 1.700 kiloliter, namun realisasi yang turun di lapangan hanya 700 ribu kiloliter pertahun.
"Kita butuh subsidi solar bukan malah akan dihapus pemerintah nantinya. Bahkan beberapa nelayan mengeluhkan ada harga solar sampai tembus Rp10 ribu perlite itu sudah mencekik nelayan," sebutnya.
Asisten III Pemprov Sulsel Amal Natsir mengatakan, akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait terkait adanya temuan kelangkaan solar di beberapa tempat pengisian bahan bakar solar tersebut.
"Kita akan segera koordinasikan mengenai kelangkaan solar itu ke pihak terkait. Selain itu pengembangan potensi sumber daya baik perikanan dan kelautan akan di lakukan manajemen pengelolaan yang baik untuk kesejahteraaan para nelayan," tandasnya. (T.PSO-282/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
