
Sulsel Diuntungkan Perubahan Jadwal Pra-PON

Makassar (ANTARA News) - Pengurus Persatuan Ski Air Seluruh Indonesia (PSASI) Sulawesi Selatan diuntungkan dengan keputusan pemindahan dan perubahan jadwal babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON).
Sekretaris Umum SPASI Sulsel Ismail Sellery, yang dihubungi melalui telepon selularnya Makassar-Jakarta, Jumat, mengatakan, rencana awal Pra-PON dijadwalkan di Riau, 4-10 Januari 2012. Namun berhubung kondisi cuaca dan ketidaksiapan pihak penyelenggara terpaksa dipindahkan ke Jakarta, 18-23 Januari 2012.
"Dengan perubahan tersebut membuat kita memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan diri. Mudah-mudahan atlet bisa memanfaatkan waktu yang ada untuk lebih menguasai peralatan yang disiapkan PB SPASI,? jelasnya.
Selain persoalan waktu, keuntungan lain yang bisa dimanfaatkan tentu persoalan lokasi pelaksanaan. Maklum, atlet Sulsel jauh lebih mengenal lokasi perlombaan di Jakarta dibandingkan Riau.
Menurut Ismail, kondisi ombak di sekitar Jakarta yang lebih besar, khususnya pada musim hujan seperti sekarang juga bisa dimanfaatkan. Sebab, katanya, atlet Sulsel memang telah terbiasa dengan kondisi ombak yang tidak tenang.
"Dari hasil pantauan kami selama latihan di Jakarta, secara umum kualitas atlet masih cukup seimbang. Namun kita cukup optimistis dengan kondisi ombak yang lebih keras," katanya.
Menghadapi Pra PON, SPASI Sulsel menurunkan 10 atlet terbaik diantaranya Andi Rahmat Ilhamsyah Mattalatta, Andi Zhaky S Wedding, Baiq Jati Handayani, Wiwik Tarlinah, Andi Risky, Andika Salsabila, dan Andi Rafika Irhamsyah yang tampil di nomor ski air.
Sementara untuk kategori Wakeboard akan diikuti tiga atlet terbaik Sulsel masing-masing, Andi Mukti Tri Anugrah, Fahrianysah dan Amanda Salsabila.
"PB SPASI memutuskan bahwa atlet wakeboard juga bisa tampil di nomor ski air pada Pra PON kali ini. Saya menilai ini juga peluang untuk bisa meloloskan lebih banyak atlet ke PON mendatang," ujarnya.(T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
