Logo Header Antaranews Makassar

13.000 Keluarga di Majene Diberi Tong Sampah

Kamis, 1 Maret 2012 22:18 WIB
Image Print

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Pemkab Majene, Sulawesi Barat, melalui Dinas Perumahan Pemukiman dan Kebersihan (Disperkimber) Majene, mengalokasikan pembagian tong sampah kepada 13.000 kepala keluarga di kawasan Kota Majene.

Kepala Disperkimber Majene, Effendy Gasong di Majene, Kamis, mengatakan, pembagian tong sampah kepada kepala keluarga sasaran saat ini telah mencapai 10 persen khusus untuk kawasan perkotaan.

"Beberapa sudut perkotaan di Majene mulai tersentuh fasilitas persampahan melalui pembagian tong sampah yang selama ini masih terdapat masyarakat belum memiliki tong sampah sehingga pembuangannya belum bisa diatur," ungkapnya.

Menurutnya, pembagian tong sampah akan dilakukan secara bertahap kepada kepala keluarga sasaran yang belum miliki fasilitas tersebut, mengingat keterbatasan anggaran daerah untuk menanggulangi secara kesuluruhan warga yang membutuhkan.

Tahun lalu Disperkimber telah menyalurkan sebanyak 350 tong sampah di beberapa wilayah yang dianggap sangat membutuhkan untuk segera mengantisipasi kemungkinan warga membuang sampah bukan pada tempatnya.

"Untuk pendistribusian tahun ini juga disasar mampu mencapai 350 unit tong sampah dengan menggunakan alokasi APBD 2012 dalam rangka peningkatan pelayanan masyarakat serta menumbuhkan kesadaran terhadap kebersihan kota," ujar Effendy.

Diakui, selama ini kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempat masih sangat kurang, utamanya bagi warga yang tidak mendapat fasilitas pembuangan sampah seperti tong sampah, sehingga kerap menjadi permasalahan dalam kota.

Selain itu, sejumlah warga juga masih sering menjadikan sungai serta pantai sebagai alternatif pembuangan sampah tanpa memikirkan apa dampak yang akan ditimbulkan setalah beberapa tahun kemudian.

"Salah satu penyebab banjir dalam kota adalah minimnya kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya sehingga banyak saluran pembuangan yang tersumbat akibat produksi sampah warga dibuang pada saluran pembuangan serta sungai," ujarnya.

Effendy juga mengaku, masih banyaknya warga yang sering membuang sampah di sepanjang pantai menghilangkan kenyamanan warga terhadap panorama alam yang bisa dijadikan tempat bersantai tersebut, sehingga Disperkimbar melakukan terobosan ini untuk menumbuhkan kesadaran warga membuang sampah pada tempatnya.
(T.KR-AAT/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026