Logo Header Antaranews Makassar

Delegasi Makassar Kunjungi Peninggalan di Belanda

Selasa, 28 Mei 2013 23:12 WIB
Image Print
Ilustrasi (Ist)
"Dari data jumlah kunjungan wisatawan asing ke Makassar didominasi turis asal Eropa lebih dari 4.000 orang. Pasar ini yang ingin kita jaga terus dengan mengikuti kegiatan festival," ujar Rusmayani.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Delegasi Makassar yang mengikuti promosi Festival Budaya dan Kuliner Internasional Tong-tong Fair di Denhaag, Belanda mengunjungi University Laden yang banyak menyimpan dokumen peninggalan bersejarah, termasuk aksara Lontara Bugis dan Makassar.

"Sebagai bagian dari rangkaian promosi wisata dan kuliner Makassar, kami kemudian bergerak ke kampus Universitas Laden karena disana banyak menyimpang peninggalan-peninggalan aksara Lontara Sulawesi Selatan," ujar Kepala Bagian Humas Makassar, Mukhtar Tahir di Belanda melalui pesan blackberry massenger (BBM), Selasa.

Ia mengatakan, Universitas Laden merupakan salah satu perguruan tinggi terkenal di Eropa yang membuat delegasi Makassar tertarik mengunjungi kampus itu, apalagi dengan adanya peninggalan Lontara Bugis-Makassar yang disimpannya.

Mukhtar mengaku jika sejak awal delegasi Makassar merasakan adanya ikatan emosional dengan warga Belanda, apalagi negara Kincir Angin itu pernah menjajah negara Indonesia selama tiga abad lebih.

Dengan dasar itulah, para delegasi kemudian mengunjungi Universitas Laden. Bahkan ikatan pertalian ini terwujud secara kasak mata disejumlah ruang-ruang strategis di area kampus.

"Saat kami masuk ke kampus, kami menemukan aksara lontara yang bertuliskan, "Polena palele winru, tenre kutuju mata, padanna sulisa. Aksara Kuno Bugis itu ketika diterjemahkan secara harfiah akan bermakna, "Saya sudah melakukan yang terbaik kepada orang banyak," katanya.

Hal serupa juga diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Makassar Rusmayani Madjid yang mengaku bangga berada di kampus Universitas Laden karena menemukan peninggalan aksara Lontara Bugis-Makassar.

"Dari semua perguruan tinggi di Belanda, hanya University Laden yang merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang telah memberikan perhatian khusus dengan mengabadikan budaya lontara yang notabene adalah warisan asli dari leluhur kita di tanah Bugis-Makassar," kata dia.

Dari sejumlah akademisi yang kami temui dikampus tersebut, terungkap bahwa filosofi Bugis yang tertuang dalam lontara telah memberikan banyak inspirasi dan pemahaman bagi masyarakat Belanda.

Aksara Lontara Bugis-Makassar itu mampu mengembangkan ilmu dan pengetahuan serta makna-makna hidup yang tercermin dalam lontara dan kemudian menjadi satu-satunya literatur yang sangat berarti bagi masyarakat Belanda dalam mengatur tatanan hidup warga yang ada di Amsterdam.

Sebelumnya, Rusmayani Madjid mengatakan, ajang Tong-tong Fair merupakan sarana promosi yang efektif untuk memasarkan potensi keunikan daerah di manca negara.

Hal ini didasarkan pada evaluasi keikutsertaan pada tahun-tahun sebelumnya, terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dari Eropa ke Makassar. Selain itu, masukan dari Kementeriaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang melihat potensi wisatawan luar ke Makassar sebagian besar adalah orang Eropa khususnya Belanda, Jerman dan Prancis.

"Dari data jumlah kunjungan wisatawan asing ke Makassar didominasi turis asal Eropa lebih dari 4.000 orang. Pasar ini yang ingin kita jaga terus dengan mengikuti kegiatan festival," ujar Rusmayani.

Dalam kegiatan nanti, Makassar akan membawa sejumlah seniman ibu kota seperti Ika, artis jebolan Kontes Dangdut Indonesia, penari dan juga pertunjukan Mappasili yang menjadi suguhan utama.

Pembiayaan untuk mengikuti kegiatan berasal dari kas Pemkot melalui instansi Dinas Pariwisata dan Sekretariat Kota. Jumlah dana yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp300 juta dengan rincian Rp240 juta dari anggaran Dinas Pariwisata dan Rp60 juta lebih dari anggaran Sekretariat Kota.

"Persetujuan untuk mengikuti kegiatan ini telah sampai hingga ke pemerintah pusat. Untuk tahun ini, wali kota mengamanatkan kepada saya selaku sekda untuk memimpin rombongan. Festival ini diharapkan akan memberikan manfaat besar bagi kemajuan pariwisata Kota Makassar," ujar Agar Jaya. Iskandar Zulkarnaen



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026