
Transportasi Maluku Tengah Kembali Normal

Ambon (ANTARA News) - Aktivitas transportasi darat untuk trayek Waipirit, kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, - Maluku Tengah - Seram Bagian Timur, kembali normal, Rabu, setelah dua jembatan darurat dibangun.
Pelaksana Harian Bupati Maluku Tengah A.R. Sukur ketika dikonfirmasi, Rabu siang, mengatakan, jembatan darurat Moti di desa Waraka dan Ruisi di Awaiya rampung sehingga aktivitas lalu lintas kembali normal.
"Saya dilaporkan Rabu pagi truk sudah bisa melintasi dua jembatan tersebut, setelah transporasi SBB - Maluku Tengah - SBT lumpuh karena sejumlah jembatan rusak akibat banjir karena hujan dengan intensitas tinggi sejak pekan lalu," ujarnya.
Banjir mengakibatkan juga jembatan Haruru, desa Sahulua dan Mala, desa Waraka rusak sehingga aktivitas lalu lintas SBB - Maluku Tengah terhenti sejak 23 Juli 2012.
Sukur mengakui penanganan jembatan rusak membutuhkan anggaran yang besar sehingga Kadis PU, Josman pabisa telah diarahkan berkoordinasi dengan Dinas PU Maluku, Balai Jalan Nasional wilayah IX (Maluku dan maluku Utara) serta Balai Sungai Wilayah Maluku.
"Pastinya membutuhkan bantuan dana pemerintah pusat karena anggaran, baik Pemkab Maluku Tengah maupun Provinsi Maluku relatif terbatas untuk menangani dampak bencana alam tersebut," tandasnya.
Karena itu, Sukur menyatakan, peninjauannya ke lokasi jembatan rusak bersama sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Maluku Tengah hasilnya merupakan telaah untuk dikoordinasikan dengan masing - maisng dinas teknis di Setda Maluku.
"Pada peninjauan Senin (23/7) saya meminta para camat yang membawahi lokasi bencana agar mengarahkan warganya membantu pembangunan jembatan darurat dari pohon kelapa guna melancarkan transportasi darat," katanya.
Dia juga mengarahkan Dinas Perhubungan Maluku Tengah agar berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Maluku dan PT ASDP Cabang Amvon untuk menambah frekuensi Kapal Motor Penyeberangan (KMP) trayek Tulehu, kecamatan Salahutu, pulau Ambon - Masohi, ibu kota Kabupaten setempat.
KMP trayek tersebut saat ini hanya melakukan penyeberangan sekali sepekan.
"Kami butuhkan peningkatan frekuensi operasional KMP agar bisa dimanfaatkan truk mengangkut bahan pokok masyarakat," ujar Sukur. (T.L005/N002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
