Logo Header Antaranews Makassar

Balap Sepeda - Sulsel Alami Krisis Atlet

Jumat, 18 Januari 2013 05:16 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Tim balap sepeda Sulawesi Selatan mengalami krisis atlet yang dapat diandalkan pada kejuaraan nasional dan internasional.

Pelatih balap sepeda Sulsel Mustafa di Makassar, Kamis, mengatakan, kondisi yang dialami bukan hanya akibat mundurnya sejumlah atlet terbaik. Hal itu juga terjadi karena proses pembinaan dan regeneras atlet yang tidak berjalan akibat minimnya perhatian Pengrov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Sulsel.

Pada saat persiapan PON 2012, Sulsel sudah kehilangan pembalap andalannya Wawan Ridwan yang memutuskan berhenti dan fokus bekerja. Seusai pelaksanaan PON, dua atlet lainnya yakni Oktavianus dan Parawangsyah juga memilih keputuan yang sama berhenti sebagai atlet.

"Yang paling buruk karena kita lebih sulit mencari pengganti ketiga atlet karena minimnya perhatian pengurus. Saya juga tidak mengetahui akan seperti apa nasib balap sepeda Sulsel kedepan dengan kondisi yang kita alami," jelasnya.

Pada dasarnya, kata dia, Sulsel memiliki banyak bibit pembalap yang berpotensi. Namun potensi itu tidak bisa dimaksimalkan karena minimnya bahkan tidak pernah mengirim atlet mengikuti kejuaraan.

Padahal, menurut dia, jika bisa tampil di kejuaraan justru menjadi motivasi bagi sejumlah atlet muda yang berpotensi akan lebih fokus menjadi seorang atlet.

Dirinya juga mengaku cemburu dengan daerah lain khususnya dari Pulau Jawa yang begitu konsisten dalam pembinaan dan peningkatan prestasi atlet. Salah satunya dengan secara rutin melibatkan atlet terbaiknya mengikuti berbagai kejuaraan nasional bahkan dunia.

"Beberapa pengcab bahkan bisa menggelar kejuaraan daerah secara rutin untuk meningkatkan kemamppuan atlet. Kondisi inipun yang membuat kita akan semakin sulit bersaing," katanya.

Terkait kondisi tersebut, pihaknya hanya berharap terjadi perubahan. Apalagi pada tahun 2013 akan dilaksanakan musyawarah daerah (musda) untuk menentukan kepengurusan baru periode 2013-2017.

"Mudah-mudahan kepengurusan yang akan datang lebih memiliki keseriusan dalam pembinaan atlet.Kita sebagai pelatih tentu berharap bisa mengirimkan atlet terbaik kita pada ajang besar termasuk PON Jabar 2016," ujarnya.

Sekretaris Umum KONI Sulsel Nukhrawi Nawir, menyatakan baik KONI ataupun Pengprov setiap cabang olahraga seharusnya lebih mempersiapkan diri. Ini juga sebagai jawaban atas menurunkan prestasi Sulsel pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau 2012. (T.KR-DF/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026