Logo Header Antaranews Makassar

Pemkot Evaluasi Rendahnya Tingkat Kelulusan

Selasa, 23 Juni 2009 11:56 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Kota Makassar akan melakukan evaluasi terkait rendahnya tingkat kelulusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan swasta di Makassar.

Wali Kota Makssar Ilham Arif Sirajuddin, Selasa, mengatakan, tingkat kelulusan pada tahun ajaran ini mengalami peningkatan dari tahun ajaran 2008 lalu, namun tingkat kelulusan ini dinilainya masih cukup rendah.

"Untuk tahun ajaran 2009, tingkat kelulusan mengalami peningkatan dari 2008, namun itu belum signifikan karena tingkat kelululusannya masih rendah karena kita akan lakukan evaluasi," ujarnya.

Menurutnya, rendahnya tingkat kelulusan tersebut merupakan cambuk buat pemerintah, orang tua, siswa, guru-guru dan Kepala Sekolah (Kasek).

Meskipun demikian, Ilham tidak menyalahkan siapa-siapa dalam kegagalan ini, apalagi tingkat persentase kelulusan tahun ajaran ini masih rendah karena berada dikisaran 10, 62 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu 30,10 persen.

Di Kota Makassar, jumlah peserta ujian yang tidak lulus tahun ini sebanyak 2.089 pelajar dari 19.653 peserta. Jumlah tersebut terbagi atas untuk tingkat SMP sebanyak 1.793 dari 17.817 peserta.

Madrasah Tsanawiyah 198 siswa dari 1.464 peserta. Untuk siswa SMP Terbuka sebanyak 98 orang tidak lulus dari 372 orang peserta.

Jika dibandingkan tahun lalu, jumlah tingkat ketidak lulusan UN tersebut juga menurun. Peserta ujian 2008 sebanyak 18.734 dan yang tidak lulus mencapai 5.639 orang atau pada persentase 30,10 persen.

Sebanyak 2.089 siswa (10,62 persen) sekolah menengah pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Makassar dinyatakan tidak lulus dari 21.204 peserta ujian nasional (UN).

Data dinas pendidikan juga menyebutkan SMP Muhammadiyah IX (16 peserta) dan SMP Muhammadiyah III (tiga peserta) justru tidak meluluskan satupun siswanya.

Sedangkan untuk sekolah negeri angka kelulusan terburuk dicatat SMP Negeri 11 Makassar. Dari 180 peserta ujian sebanyak 124 peserta di antaranya tidak lulus UN (68,89 persen).

(T.PK-MH/S016)