Logo Header Antaranews Makassar

Mamuju Janji Perhatikan Nasib Korban Kebakaran

Selasa, 23 Juli 2013 19:52 WIB
Image Print
Bupati Mamuju, Drs.H.Suhardi Duka (kiri) meninjau korban kebakaran pasar sentral Mamuju, Sulawesi Barat, yang terjadi pada Selasa dini hari (23/7). ANTARA FOTO/Aco Ahmad
"Kami tidak akan tinggal diam untuk mengatasi derita para korban musibah kebakaran," kata bupati Mamuju H.Suhardi Duka saat meninjau korban kebakaran di pasar sentral Mamuju, Selasa.

Mamuju (ANTAR Sulbar) - Pemerintah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, berjanji tetap memperhatikan nasib rarusan pedagang yang menjadi korban kebakaran yang terjadi di pasar sentral Mamuju.

"Kami tidak akan tinggal diam untuk mengatasi derita para korban musibah kebakaran," kata bupati Mamuju H.Suhardi Duka saat meninjau korban kebakaran di pasar sentral Mamuju, Selasa.

Menurutnya, para pedagang yang menjadi korban kebakaran akan dilakukan upaya relokasi seluruh pedagang ke areal yang lebih memungkinkan.

" Pekerjaan mereka adalah berdagang. Jadi kita harus kembalikan pekerjaan mereka sebagai pedagang secepatnya karena jika mereka tidak menjual maka mereka akan kehilangan pendapatan,"kata Bupati.

Saat ini kata dia, telah mengukur tempat yang akan digunakan setelah itu akan disesuaikan dengan jumlah pedagang yang terkena musibah, mereka akan sisuplai bahan berupa seng dan papan.

"Proses pengerjaannya akan diserahkan kepada para pedagangagar dapat dilakukan penanganan secepatnya. Minimal. Mereka lebih cepat sehingga dapat berjualan lagi terang Bupati.

Bupati juga mengatakan akan segera membicarakan terkait pemberian subsidi terhadap korban kebakaran. Minimal pemerintah memberikan anggaran untuk disuplai minimal sebagai modal awal mereka.

"Kejadian ini adalah musibah yang sudah barang tentu tidak diinginkan terjadi oleh siapapun namun tiap adanya musibah tentu harus dihadapi dengan sabar apalagi datangnya dalam bulan suci ramadhan," katanya.

Sementara itu kepala pasar Mamuju, Rusli, menyampaikan, kejadian diperkirakan bermula sekitar pukul dua dini hari, Selasa (23/7) sesaat sebelum sebagian besar masyarakat terbangun untuk makan sahur.

" Api ditengarai berasal dari tengah-tengah pasar dan berlangsung sangat cepat dan menjalar sehingga hampir sebagian besar pedagang tidak sempat lagi menyelamatkan barang dagangannya. Padahal mereka pada umumnya baru saja menyuplai kelengkapan barang jelang Hari Raya Idul Fitri," katanya.

Ia menyampaikan, kerugian ditaksir mencapai Rp 5 milyar karena total bangunan lods pasar milik pemerintah yang terbakar tak kurang dari 230 unit belum termasuk lapak-lapak pedagang tempe dan sayur yang belum terdata. Iskandar Zulkarnaen



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026