Logo Header Antaranews Makassar

Idul Fitri - Arus Mudik di Pelabuhan Makassar Menurun

Selasa, 6 Agustus 2013 19:59 WIB
Image Print
"Arus mudik tahun ini sedikit menurun dibanding 2012 yang mencapai 70 ribu lebih penumpang dari Makassar tujuan Surabaya dan wilayah sekitarnya," kata General Manager PT Pelni Makassar Captain Robert I Mendagie di Makassar, Selasa.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Jumlah penumpang arus mudik Idul Fitri 1434 Hijriah di Pelabuhan Makassar eks Sukarno Hatta menurun dibanding 2012.

"Arus mudik tahun ini sedikit menurun dibanding 2012 yang mencapai 70 ribu lebih penumpang dari Makassar tujuan Surabaya dan wilayah sekitarnya," kata General Manager PT Pelni Makassar Captain Robert I Mendagie di Makassar, Selasa.

Menurutnya, berdasarkan data jumlah penumpang hingga Selasa (6/8) masih berada pada kondisi normal mencapai 26 ribu lebih penumpang , sedangkan tahun lalu menembus angka 70 ribu lebih penumpang.

Sedangkan puncak penumpang, kata Robert, terjadi pada Senin (5/8) malam di mana KM Umsini tujuan Balikpapan dan Surabaya mencapai 1.088 penumpang.

Di hari yang sama KM Tidong Kabila I bersandar di pelabuhan Makassar tujuan Bajo-Baus hanya mencapai 940 penumpang.

Selanjutnya KM Sinabung yang bersandar di pelabuhan Makassar Selasa (6/8) dini hari tujuan Bau-Bau Surabaya mencapai 1.720 penumpang.

Sementara pada Selasa siang KM Lambelu tujuan Bau-bau - Surabaya juga merapat, kapal tersebut bersandar cukup lama karena menunggu penumpang yang berdatangan satu persatu dengan jumlah hanya mengangkut 495 penumpang.

"Hal ini diperkirakan rata-rata penumpang lebih memilih moda trasportasi lain seperti menggunakan pesawat, "ungkapnya.

Sebelumnya, pergeseran jadwal terjadi pada KM Gunung Dempo dari Papua tujuan Pelabuhan Makassar dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, seharusnya tiba di Makassar pada Jumat (2/8) pukul 16.00 Wita namun baru tiba pada Minggu (4/8) dinihari.

Akibatnya terjadi penumpukan penumpang bahkan mereka rela tidur di pelabuhan beralaskan tikar seadanya agar dapat mudik lebaran bersama keluarga.

Menurut Robert terjadi kesalahan dalam penjadwalan keberangkatan KM Gunung Dempo. Kesalahan penjadwalan kapal tersebut mampu mengangkut 2.000 penumpang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

"Tentunya dari keterlambatan itu berdampak pada jadwal semula. Ini sudah terjadi saat kapal tiba di Makassar untuk berlayar ke arah timur seperti tujuan Bau-Bau, Jayapura dan kembali ke Makassar dari arah Surabaya," ucapnya.

Pihaknya telah mengistruksikan seluruh penumpang KM Dempo membatalkan tiketnya, namun tidak satu pun penumpang yang mau dan mereka lebih memilih bertahan. N Yuliastuti



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026