
Gerindra Matangkan Fisik dan Mental Caleg Sulsel

"Diklat nanti memang tidak hanya bertujuan memberikan pembekalan materi namun juga melakukan pelatihan fisik dan mental seluruh caleg. Pembekalan semacam ini memang cukup unik dan terbilang baru," jelasnya.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra akan mematangkan kondisi fisik dan mental sekitar 900 calon legislatif DPR RI, DPRD Sulsel serta DPRD kabupaten/kota di Malino, Kabupaten Gowa, Sulsel 22 November 2013.
Sekretaris DPD Gerindra Sulsel Yusran Sofyan, di Makassar, Minggu, mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari agenda pembekalan caleg. Untuk melaksanakan tersebut, pihaknya akan mendatangkan tujuh instruktur dari Bidang Diklat DPP Gerindra.
"Diklat nanti memang tidak hanya bertujuan memberikan pembekalan materi namun juga melakukan pelatihan fisik dan mental seluruh caleg. Pembekalan semacam ini memang cukup unik dan terbilang baru," jelasnya.
Mengenai konsep pembekalan tersebut, menurut dia, bukan karena Partai Gerindra bermaksud mencari sensasi sebaliknya pemberian pelatihan fisik dan mental pada setiap caleg diharapkan membuat kesiapan caleg dalam menghadapi Pileg 2014 semakin maksimal.
Diklat yang rencananya akan dibuka langsung Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto tersebut akan diformat sesuai standar Gerindra.
"Jika berkaca pada Diklat Caleg DPR RI Gerindra di Bogor, Jawa Barat, maka Diklat tersebut akan dibuat layaknya latihan militer," katanya.
Bahkan para peserta Diklat direncanakan diinapkan dibarak-barak. Ini juga untuk lebih mensolidkan hubungan sesama Caleg.
"Kalau soal penerapannya apakah seperti outbound, saya sendiri belum terlalu mengerti dan itu urusan ketua panitia Azikin Solthan. Intinya apa yang kita lakukan untuk menjaga peluang meraih target pada Pemilu 2013 yakni 133 suara per TPS," katanya.
Lebih jauh, DPD Gerindra Sulsel juga memastikan tidak ada pelaksanaan musdalub untuk mengganti posisi Ketua DPD Gerindra Sulsel Andi Rudiyanto Asapa, seperti yang disuarakan beberapa pihak.
Menurut dia, selain wacana musdalub yang dinilai tidak berdasar, juga karena dalam anggaran dasar rumah tangga partai tidak mengatur pelaksanaan musdalub untuk pemilihan ketua baru.
"Dalam AD/ART partai memang tidak mengatur soal pergantian Ketua DPD. Adapun yang berhak memberhentikan atau mengganti posisi Ketua DPD aktif merupakan hak dari Ketua Umum serta DPP Partai Gerindra," ujarnya.
Wacana Musdalub kembali dimunculkan mantan Bendahara DPD Partai Gerindra Sulsel Andi Kilat Karaka alasannya karena saat ini sudah terjadi disharmonisasi dalam struktur kepengurusan DPD Gerindra Sulsel.
Salah satu solusi mengatasi itu, kata dia, dengan melakukan pergantian pucuk kepemimpinan.
Rudianto dinilai tidak bisa memberikan kontribusi besar lagi buat Gerindra apalagi dia dinilai gagal memberi kemenangan bagi Gerindra di beberapa Pilkada di Sulsel, seperti gagal memenangkan anaknya Seto Gadhista Asapa di Pilkada Sinjai, April 2013. Agus Setiawan
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
