
VBEC Tetapkan Lembang-Lembang Desa Percontohan

Polman, Sulbar (ANTARA Sulsel) - VBEC (Program Village Bio - security, edukation and community), memilih Desa Lembang-lembang, Kabupaten Polman sebagai salah satu Desa Percontohan untuk penelitian penanggulangan Flu Burung atau penyakit sonosis lainnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kadis Pertanian dan Peternakan Sulbar, H.M. Abduh HS, Sekda Polman, M. Natsir Rahmat, Kadis Petanian dan Peternakan Polman, Basir, lembaga LSM dan seluruh SKPD Polman, Sulbar, Kamis.
Abduh mengatakan bahwa selama dua tahun belakangan ini pengendalian HPAI dengan menggunakan pendekatan surveilans dan respon penyakit secara partisipatif (PDSR) sudah dilakukan dengan sangat maksimal dan menemukan kasus flu burung yang terjadi di Kecamatan Tinambung dan Kecamatan Limboro.
Presentasi transmisi HPAI yang lebih aktif pada dua kecamatan tersebut membuat peserta lokakarya VIBEC menyatukan presepsi untuk menentukan salah satu Desa dari dua Kecamatan yang bisa dijadikan indikator penentuan Desa Percontohan yaitu Desa Lembang-lembang dengan gambaran bahwa di Desa tersebut 70 persen masyarakatnya adalah petani unggas.
Bukan hanya itu, menurut Hasanuddin Kandatong sebagai salah satu tokoh masyarakat Limboro mengatakan bahwa diawal 2007 lalu penyakit HPAI sudah memasuki kecamatan tinambung.
Itu berawal dari ayam adu yang dipelihara oleh masyarakat kemudian menyebar pada unggas lainnya.
Di sisi lain, Lia Laerin yang berkapasitas sebagai Nasional Komunikation FAO Sulsel mengemukakan sebuah alasan mengapa sehingga program VBEC ini memilih Kabupaten Polman sebagai salah satu tempat dimana nantinya akan memilih sebuah Desa menjadi tempat belajar mereka untuk meneliti metode apa yang seharusnya dipakai untuk mengkanter transmisi HPAI yang terjadi di masyarakat.
Kemudian menurut konsep yang dituangkan oleh Sani sebagai sosial antropologis FAO dengan menyusun kerangka dasar pemilihan Desa percontohan berangkat dari budaya dan tradisi yang dimilkinya.
Di Polman, dengan kulturnya, mengenal ternak ayam sebagai salah satu seserahan pada acara-acara adat istiadat dan itu merupakan salah satu jalur transmisi HPAI tertular pada masayarakat.
Dengan demikian, lanjutnya, tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan ayam adu dan ayam kontes di desa Lembang-lembang yang berasal dari Filipina, kemudian kembali dijual ke kalimantan atau daerah lainnya menambah indikator bahwa Lembang-lembang adalah desa yang mobilitas unggas lebih tinggi. Lanjutnya.
Kemudian salah satu Tim Tanggap Flu Burung Kecamatan Tinambung, Ramli, memberikan kontribusi pemikiran yang sama bahwa mengubah paradigma berfikir masyarakat Tinambung sampai saat ini belum dapat dilakukan.
Kasus-kasus yang terjadi pada unggas mereka, menurutnya, bukanlah penyakit Flu Burung, melainkan SAI-salah satu instilah masyarakat terhadapat kematian unggas yang tiba-tiba.
Pemahaman seperti inilah yang mesti diluruskan lalu kemudian memberikan pemahaman yang lebih dalam pada masyarakat bahwa kita mesti khawatir dan takut akan penularan penyakit flu burung. Ujar Kadis Petanian Polman.
(T.PSO-105/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
