
Pimpinan PTS Se-sulawesi Ikuti Pelatihan Asesor Internal

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pimpinan perguruan tinggi se-Sulawesi mengikuti pelatihan asesor internal untuk akreditasi dan evaluasi penjaminan mutu yang berlangsung di Makassar, mulai Selasa hingga Kamis (16/10).
"Kegiatan ini menghadirkan lebih dari seratus orang peserta yang terdiri atas rektor, direktur, dan ketua sekolah tinggi se-Sulawesi," kata Sekretaris Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah IX-A Sulawesi Prof. Lauddin Marsuni di Makassar, Selasa.
Dia mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan program kerja Aptisi Wilayah IX-A Sulawesi yang diketuai Prof. Hambali Thalib.
Pada kegiatan tersebut, para pimpinan perguruan tinggi tersebut, antara lain menerima materi tentang "Tantangan dan Harapan dalam Implementasi Sistem Penjaminan Mutu", "Strategi PTS dalam Akreditasi Institusi, Persaingan Kualitas, dan Daya Saing", "Akreditasi Institusi", dan "Evaluasi Mutu Internal".
Pembawa materi tersebut, di antaranya Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tingg (BAK-PT) Prof. Mansyur Ramly, Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi Prof. Andi Niartiningsih, dan Ketua Bidang Penjaminan Mutu Aptisi Wilayah IX-A Sulawesi Dr. Amir Tjoneng.
Ketua BAN-PT Mansyur Ramly pada kesempatan itu menyebutkan ada lima mazhab dalam konteks mutu perguruan tinggi, yaitu keunggulan (excellences), nilai tambah (value added), sesuai dengan tujuan (fitness for purpose), nilai uang (value of money), dan kepuasan pelanggan (customer > satisfaction).
Mantan Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini juga menyebut lima elemen sistem penjaminan mutu, yakni mutu, standar, sistem manajemen, sistem penjaminan, dan asesemen/audit/review.
"Kelima elemen tersebut saling berkaitan, saling memengaruhi, dan saling tergantung (interdependent)," tutur Mansyur Ramly.
Sementara itu, Ketua Aptisi Wilayah IX-A Sulawesi Prof. Hambali Thalib mengemukakan bahwa pelatihan asesor sangat urgen dengan kebutuhan perguruan tinggi karena persoalan akreditasi sangat menentukan eksistensi sebuah perguruan tinggi.
"Banyaknya peserta yang mengikuti pelatihan ini menunjukkan adanya kesadaran dari para pimpinan perguruan tinggi tentang pentingnya akreditasi institusi," ujarnya.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
