
Gubernur dan forkopimda deklarasi bersama untuk kedamaian Sulawesi Selatan

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan unsur Forkopimda serta elemen bangsa melaksanakan deklarasi bersama untuk kedamaian Sulsel.
“Saya apresiasi komitmen bersama seluruh Forkopimda Sulsel, rektor, aktivis, OKP/Ormas, tokoh agama, Ojol dan tokoh masyarakat melakukan Deklarasi Menjaga Sulsel Damai," Andi Sudirman di Makassar, Senin.
Deklarasi ini diinisiasi oleh Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Windiyatno dan turut dihadiri Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud, Kapolda Sulsel Irjen Pol Rusdi Hartono, Kajati Sulsel Agus Salim.
Selain itu, Dankodaeral VI Makassar Laksda Andi Abdul Azis, Pangdiv 3 Kostrad Mayjen TNI Bangun Nawoko, Pangkodau 2 Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, Kabinda Sulsel Brigjen TNI Andi Anshar, serta para rektor PTN/PTS, Ormas, dan OKP se-Sulsel.
"Ini adalah langkah penting agar Sulsel tidak lagi mengalami kejadian yang kita tidak harapkan hingga menimbulkan korban jiwa. Saya berharap seluruh masyarakat mendukung aksi damai ini. Kita berkomitmen bersama untuk Sulsel yang damai,” ujarnya.
Dia berharap deklarasi ini menjadi tonggak komitmen bersama dalam menjaga persatuan, mencegah konflik sosial, serta memperkuat harmoni di tengah masyarakat Sulawesi Selatan.
Adapun Maklumat Deklarasi Damai Sulsel, yakni pertama, meneguhkan persatuan, berkomitmen menjaga Sulsel sebagai rumah bersama dengan mengedepankan nilai persatuan persaudaraan dan kebinekaan.
Kedua, menolak segala bentuk kekerasan, menolak dengan tegas segala bentuk provokasi ujaran kebencian, hoaks serta tindakan kekerasan yang dapat memecah belah masyarakat.
Ketiga, mengutamakan dialog dan musyawarah, menghadapi perbedaan pandangan dengan jalan musyawarah, komunikasi terbuka serta solusi damai sesuai dengan semangat demokrasi dan konstitusi
Keempat, bersinergi dalam menjaga kondusivitas Forkopimda bersama tokoh agama, masyarakat , aktivis, dan kampus berkomitmen menjaga stabilitas keamanan, ketertiban serta harmoni sosial di Sulsel.
Kelima, menjaga netralitas dan kebersamaan, menjunjung tinggi netralitas dalam menghadapi dinamika sosial dan politik serta menempatkan kepentingan masyarakat di atas segalanya.
Keenam, meneguhkan peran pemuda dan akademisi, memberi ruang bagi pemuda, mahasiswa, dan akademisi untuk menyuarakan gagasan solutif, kritis dan konstruktif demi masa depan Sulsel dan Indonesia yang lebih baik.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
