Logo Header Antaranews Makassar

Barantin Sulsel terbitkan 11 ribu sertifikat ekspor di 2025

Kamis, 13 November 2025 21:17 WIB
Image Print
Kepala Balai Karantina Sulsel Sitti Chadidjah. ANTARA/Nur Suhra Wardyah

Makassar (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulawesi Selatan) telah menerbitkan sertifikasi ekspor sebanyak 11.973 sertifikat dengan nilai ekonomi sebesar Rp8,9 triliun.

Sedangkan untuk domestik keluar telah disertifikasi sebanyak 47.021 sertifikat dengan nilai ekonomi mencapai Rp13,5 triliun.

"Kami juga telah menerbitkan sertifikat ekspor dengan tujuan baru, salah satunya ke Afrika dengan komoditi rempah-rempah," ujar Kepala Balai Karantina Sulsel Sitti Chadidjah di Makassar, Kamis.

Menurut dia, belasan ribu sertifikat yang diterbitkan Karantina Sulsel itu mencakup 63 negara dengan 10 negara dominan seperti China, Korea Selatan, Vietnam, Jepang, Amrrika Serikat, Malaysia, Spanyol, Rusia, Prancis dan Jerman.

Berdasarkan data Karantina Sulsel, sertifikat ekspor yang terbit untuk komoditas ikan mencapai 9.163 dengan nilai sebanyak Rp4,4 triliun lebih. Sedangkan sertifikat ekspor pada komoditas tumbuhan hanya 2.795 sertifikat, namun nilainya hampir sama sebanyak Rp4,4 triliun lebih.

Chadidjah menegaskan bahwa keberlanjutan pertumbuhan ekspor tak hanya ditopang oleh nilai transaksi, tetapi juga oleh kepercayaan pasar terhadap kualitas dan keamanan produk.

“Ketika negara tujuan percaya pada standar karantina Indonesia, itu berarti kepercayaan terhadap seluruh sistem perdagangan kita meningkat,” ujar Sitti Chadidjah.

Ia mengatakan peningkatan ekspor sangat berpengaruh terhadap peningkatan perekonomian masyarakat di sebuah daerah. Pasalnya hal tersebut melibatkan berbagai kelompok masyarakat seperti nelayan, petani, petambak. Termasuk pada jasa logistik untuk jasa transportasi barang.

"Jadi itu memegang peranan penting ada logistiknya, ada nilai tukar nelayan, nilai tukar petani, nilai tukar petambak dan ada juga terkait dengan nilai komoditas barang tersebut," ujar dia.


Menurut Chadidjah, alur pengiriman produk ekspor tidak lepas dari pengawasan yang dilakukan Karantina Sulsel terkait keamanan mutu pangan, keamanan mutu pakan, dan bebas dari penyakit.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026