Logo Header Antaranews Makassar

Pasiad dan Pemprov Kerja Sama Buka SMA

Kamis, 15 Januari 2015 19:14 WIB
Image Print
Wakil Direktur Bidang Pendidikan Pasiad Huseyin Kan (kiri) saat menemui Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kanan) di Makassar, Kamis (15/1) FOTO/Pemprov Sulsel
"Kami memilih Sulsel karena pemerintah daerah ini sangat fokus pada pendidikan...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pasific Countries Social and Economic Solidarity Association (Pasiad) Turki bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan membuka "boarding school" atau sekolah asrama untuk jenjang SMA di Sulsel.

"Kami memilih Sulsel karena pemerintah daerah ini sangat fokus pada pendidikan," kata Wakil Direktur Bidang Pendidikan Pasiad Huseyin Kan seusai menemui Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Kamis.

Menurut Huseyin, sebelumnya pihak Pasiad telah membuat nota kesepahaman dengan Pemprov Sulsel beberapa tahun yang lalu, hal inilah yang akan ditindaklanjuti dengan kedatangannya kali ini.

"Semoga ini bisa dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU)," katanya.

Dia mengatakan berdasarkan rencana awal Pasiad hanya akan membuka SMA, namun setelah berbicara dengan gubernur pihaknya juga diminta bekerja sama hingga ke jenjang perguruan tinggi.

"Apa yang dibicarakan akan kami bawa dan presentasikan kepada sponsor-sponsor kami di Turki, jika disetujui maka pada beberapa bulan ke depan kami akan mulai bekerja sama," ujarnya.

Dalam kerja sama ini menurut Huseyin, pihaknya tidak berkontribusi terhadap hal-hal yang bersifat material, namun akan menyiapkan tenaga pengajar, manajemen, dan sistem pembelajaran.

Saat ini, kata dia, Pasiad telah membuka sepuluh sekolah di berbagai wilayah di Indonesia diantaranya di Sragen, Yogyakarta, Aceh dan Semarang.

"Dari sepuluh sekolah tersebut, tiga diantaranya kami bekerja sama dengan pemerintah daerah, jika di Sulsel jadi, maka ini yang keempat," katanya.

Menurut Huseyin kelebihan sekolah oleh Pasiad ini adalah memadukan antara muatan sains, moral, dan akhlak. Selain itu seleksi untuk menjadi guru juga dilakukan secara ketat untuk memastikan kualitas tenaga pengajar.

Tenaga pengajar nantinya akan berasal dari Turki, dan guru lokal yang direkrut dari para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diseleksi.

"Kami akan melihat nanti seperti apa standar di sini, jika belum memenuhi standar kami akan menyekolahkan guru tersebut ke luar negeri dulu, setelah kembali baru mengajar," tambahnya.

Sebagai langkah awal untuk mewujudkan sekolah tersebut, Huseyin akan melihat kondisi lokasi dan gedung sekolah berasrama tersebut yang tengah dibangun oleh Pemprov Sulsel di Kabupaten Gowa.

"Kita lihat, kalau bisa selesai pada Juli nanti, maka kita akan mulai bekerja sama," tutupnya. Agus Setiawan



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026