
Granat aktif ditemukan di Kantor BPN Makassar

Makassar (ANTARA) - Tim unit penjinak bom dari Satuan Gegana Brimob Polda Sulawesi Selatan mengamankan satu buah granat jenis nanas yang ditemukan petugas kebersihan di tempat sampah dekat masjid halaman belakang Kantor Badan Pertahanan Nasional (BPN) Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu.
"Sesuai dengan informasi dan laporan masyarakat ada temuan granat di belakang BPN, masuk informasi ke kita, disiapkan personel untuk melakukan giat evakuasi," ujar Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satuan blBrimob Polda Sulsel Komisaris Polisi Mansur kepada wartawan di Makassar, Rabu.
Ia menegaskan, selain mengevakuasi granat tersebut dari tempat sampah lokasi kejadian tim Satuan Brimob selanjutnya melaksanakan disposal dengan cara diledakkan di area terbuka di wilayah Jalan Metro Tanjung Bunga agar tidak membahayakan orang lain.
"Makanya tadi kita langsung bawa untuk disposal (diledakkan) di daerah Tanjung. Tempat itu paling aman, jauh dari kawasan pemukiman masyarakat dan arus (lokasi) steril," tuturnya.
Kompol Mansur menjelaskan, sebelum dilakukan pemusnahan granat tersebut, ada penyampaian ke masyarakat akan ada suara ledakan.
"Jadi, ada tahapan-tahapannya, seperti lokasi maupun penyampaian ke masyarakat sekitar sebelum dilaksanakan disposal. Granatnya (dimusnahkan) satu biji dan masih aktif," ujarnya.
Ia menjelaskan, granat yang ditemukan tersebut merupakan buatan pabrikan. Sementara penemuannya disampaikan oleh satpam atau security Kantor BPN ke polisi setelah petugas kebersihan menemukannya ketika hendak memindahkan sampah itu ke truk sampah.
Usai dilaporkan, granat ini kemudian langsung diamankan oleh tim Gegana Satbrimob Polda Sulsel karena dinilai akan membahayakan orang jika terjadi ledakan di lokasi kejadian.
"Itu (granat) sangat membahayakan bila tidak diamankan karena masih aktif. Kalau kita lihat ciri-cirinya masih aktif dan sangat berbahaya bagi masyarakat. Makanya dilakukan pengamanan dan disposal. Granat itu ditemukan dalam tempat sampah sesuai laporan security," tuturnya lagi.
Secara terpisah, saksi mata Satpam BPN Makassar Ahmad Awaluddin saat ditemui di pos jaga belakang kantor setempat membenarkan dirinya melihat granat tersebut, setelah diberitahu petugas kebersihan yang hendak mengambil sampah di boks tempat sampah tersebut.
"Kejadiannya itu pagi, sekitar jam 08.48 WITA. Tukang sampah yang temukan pertama kali. Kalau saya hanya sebatas mengamankan saja. Dan saya laporkan langsung ke pihak kepolisian setelah ditemukan," ucapnya kepada wartawan.
Granat itu posisinya tertumpuk dan tercampur dengan sampah dalam kondisi utuh serta sudah berkarat.
"Semua utuh dan sudah berkarat, pemantiknya juga berkarat dan masih tertancap (belum terlepas) saat ditemukan," tuturnya menjelaskan.
Setelah dilaporkan ke polisi, Tim Gegana tiba di lokasi sekira pukul 09.00 WITA. Ia hanya membantu mengamankan area. Terkait apakah ada hal-hal mencurigakan sebelum penemuan granat ini, Ahmad mengaku tidak menemukan hal mencurigakan.
"Tidak ada pak (hal mencurigakan), sampai saat ini belum. Kondisi sekarang aman terkendali (usai penemuan)," ucapnya menambahkan.
Sejauh ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan serta pendalaman terkait penemuan granat tersebut, apakah ada faktor kesengajaan, atau ada dugaan teror, sebab belum diketahui secara pasti. Sejumlah bahan informasi, maupun saksi mata serta kamera CCTV telah dikumpulkan polisi untuk keperluan penyelidikan guna pengungkapan kasus tersebut.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
