Logo Header Antaranews Makassar

Tiga nelayan Pangkep ditemukan selamat di Kepulauan Selayar usai hilang lima hari

Senin, 12 Januari 2026 18:35 WIB
Image Print
Tangkapan layar- Tim SAR Gabungan mengevakusi tiga nelayan dikabarkan hilang dengan kapal kayu usai diterombag ambing di laut selama lma hari di Perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. ANTARA/Darwin Fatir/HO-Dokumentasi Basarnas Makassar.

Makassar (ANTARA) - Tiga orang nelayan asal Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) yang mencari ikan menggunakan kapal Jolloro (kapal kayu kecil) Sansel United JB 2023 sebelumnya dinyatakan hilang selama lima hari akhirnya ditemukan Tim SAR Gabungan di Ke

"Proses pencarian membuahkan hasil, kapal Jolloro ditemukan pada koordinat 7°10'36.13"S 121° 1'4.37"E di wilayah Pulau Taka Bonerate Kepulauan Selayar. Seluruh penumpang berjumlah tiga orang selamat," kata Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.

Selama masa pencarian tim, kapal ditemukan terdampar setelah terbawa arus di sekitar Pulau Taka Bonerate Kepulauan Selayar pada Minggu 11 Januari 2026.

Kapal tersebut ditemukan beserta tiga orang dalam kondisi selamat setelah terombang-ambing selama lima hari sejak dinyatakan hilang kontak di perairan Kabupaten Pangkep.

Ia menjelaskan, lokasi pencarian memang fokus di perairan Kepulauan Selayar, di sekitar Kecamatam Pasalembana yang terdiri dari pulau-pulau. Hal itu sesuai dengan prediksi melalui SAR Map yang digunakan Basarnas untuk menentukan area pencarian.

"Hari ketiga pencarian Tim SAR Gabungan memang fokus di wilayah perairan Kepulauan Selayar, Kapal KN SAR Kamajaya 104 yang dikerahkan sebelumnya sudah berada di sekitar perairan Selayar dan melakukan pencarian sejak pagi menggunakan RIB tambahan untuk menyisir area pencarian," jelas Arif Anwar.

Kapal KN SAR Kamajaya 10, kata dia, sudah dikerahkan sebelumnya di sekitar perairan Selayar, selanjutnya melakukan pencarian sejak pagi menggunakan Kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) tambahan guna menyisir area pencarian.

Informasi adanya nelayan asal Liukang Tangaya Pangkep hilang kontak, ujarnya, telah disebar ke pulau-pulau sekitar Selayar melalui SROP Makassar, bahkan disampaikan ke VTS lembar di Mataram untuk melakukan penyampaian maklumat pelayaran ke kapal yang melintas di sekitar area pencarian.

"Alhamdulillah, seluruh penumpang kapal dalam kondisi selamat dan sudah berkomunikasi dengan keluarganya. Saat ini berada di Pulau Bonerate untuk mendapatkan penanganan dan menunggu pemulangan," paparnya.

Dengan ditemukannya kapal dan seluruh awak, maka operasi SAR terhadap Kapal Sansel United JB 2023 dihentikan. Basarnas menyampaikan terima kasih atas seluruh dedikasi Tim SAR Gabungan selama masa operasi SAR dalam membantu upaya pencarian.

Sebelumnya, pada Rabu (7/1/2025) pagi korban keluar melaut menggunakan kapal Jolloro Sansel United JB 2023 untuk mencari ikan di sekitar perairan Pangkep, Pulau Banawyya. Namun sekitar pukul 08.00 WITA mereka belum kembali ke daratan dan hilang kontak.

Karena korban belum pulang lalu dilaporkan hilang oleh pihak keluarga ke Basarnas. Kondisi perairan di laut setempat memang diketahui cuaca sedang buruk, tetapi para korban tetap melaut meskipun ombak tidak bersahabat.

Tiga nelayan berpose setelah dikabarkan hilang selama lima hari terombang ambing di laut usai diselamatkan berada daratan Pulau Takabone Rate Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-Dokumentasi Basarnas Makassar.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026