Logo Header Antaranews Makassar

Lima penambang emas ilegal dilaporkan tewas di area Antam Nanggung

Kamis, 15 Januari 2026 07:09 WIB
Image Print
Tangkapan Layar akun Instagram @rekambogor, petugas berada di dalam area tambang emas Antam, Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/1/2026). ANTARA/M Fikri Setiawan

Kabupaten Bogor (ANTARA) - Kepolisian masih menyelidiki peristiwa penambang emas yang tertimbun di area Antam, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Informasi tersebut beredar luas melalui pesan berantai di media sosial dan aplikasi WhatsApp, yang menyebutkan adanya korban meninggal dunia dalam aktivitas penambangan ilegal di kawasan tersebut.

Dalam pesan yang beredar, disebutkan sekitar lima orang dilaporkan meninggal dunia. Bahkan, terdapat pula informasi lain yang menyebut ratusan orang diduga tewas akibat keracunan gas di dalam lubang tambang.

Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna membenarkan bahwa pihak kepolisian saat ini tengah berada di lokasi bersama pihak PT Antam untuk melakukan pendalaman atas kabar tersebut.

"Jadi kita juga di Antam dengan Antam kebetulan kita masih menunggu dari Antam juga, kita enggak bisa masuk ke dalam masih ada asap," kata AKP Ucup saat dihubungi wartawan, Rabu.

Baca juga: Antam pastikan pekerja aman setelah kejadian asap berkadar gas beracun di tambang Pongkor

Ia menjelaskan, hingga kini belum dapat dipastikan penyebab kejadian tersebut, apakah akibat gas beracun atau faktor lainnya, termasuk longsor.

"Belum tentu gas beracun, belum tentu, kalau yang jelas bukan longsor bukan dan bukan karyawan Antam," tambah dia.

Menurut AKP Ucup, informasi yang beredar masih perlu diverifikasi karena belum ada data resmi mengenai jumlah maupun identitas korban.

"Belum kita juga masih di Antam ini sama Antam. Nunggu (laporan) dari pihak Antamnya, ini memastikannya ke sana jauh juga," ujar dia.

Ia menegaskan, kepolisian belum dapat memastikan kebenaran kabar yang beredar karena kondisi di lokasi belum memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan langsung.

"Tapi yang jelas belum akurat belum pasti, karena kita enggak sembarang masuk juga. Belum tentu benar, masih diselidiki," kata AKP Ucup.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian bersama pihak perusahaan masih melakukan koordinasi dan pendalaman untuk memastikan fakta di lapangan terkait dugaan peristiwa tersebut.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026