Logo Header Antaranews Makassar

Pasokan BBM dan elpiji di wilayah Luwu Raya berangsur pulih

Rabu, 4 Februari 2026 10:50 WIB
Image Print
Salah satu SPBU di Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, yang terlihat sepi pada Senin (26/1/2026) karena stok BBM terhenti akibat demontrasi. (ANTARA/Maisyarah Djamade)

Makassar (ANTARA) - Pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG/elpiji) di Kabupaten Luwu Timur dan Luwu Utara kini berangsur pulih setelah pemblokiran akses Jalan Trans Sulawesi dibuka massa terkait tuntutan pemekaran wilayah di Luwu Raya.

"Pertamina Patra Niaga mengapresiasi peran aktif pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelancaran distribusi energi," kata Area Manager Communication, Relation, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Muhammad Rum melalui siaran pers diterima di Makassar, Rabu.

Pendistribusian tersebut setelah Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berkoordinasi secara intens dengan pemerintah kabupaten setempat sebagai upaya memastikan penyebaran BBM dan LPG untuk kebutuhan masyarakat terpenuhi, sebab sempat terhenti selama sepekan terakhir.

Berdasarkan hasil koordinasi itu, ditekankan agar konsumen membeli BBM dan LPG sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan. Hal ini membantu memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan BBM dan LPG, termasuk meminimalisasi pihak tertentu mendapatkan keuntungan dari situasi pemulihan.

Rum menjelaskan upaya pemulihan pertama dengan pemerataan distribusi BBM ke seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan agen LPG selanjutnya ke tahap peningkatan ketahanan stok di sejumlah penyalur resmi.

Baca juga: Demo pemekaran Luwu Raya lumpuhkan pasokan BBM, harga pertalite Rp35.000/liter

Baca juga: Macet panjang di Luwu Utara akibat jalan ditutup pendemo

Pendistribusian ke wilayah tersebut sudah dilakukan penambahan di atas konsumsi normal harian, Fuel Terminal Palopo juga dioperasikan lebih dari jam normal, namun tetap memperhatikan standar keselamatan kerja dan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

Penyaluran BBM ke Luwu Utara telah dilakukan penambahan pasokan 18 persen untuk gasoline dan 15 persen untuk gasoil dari rata-rata harian, sedangkan Luwu Timur 16 persen untuk gasoline dan 10 persen untuk gasoil dari rata-rata harian.

"Pertamina Patra Niaga juga melakukan upaya percepatan pemulihan distribusi dengan mengoptimalkan peran Fuel Terminal (FT) Poso sebagai titik suplai alternatif," katanya..

Penyaluran BBM dari FT Poso untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi di wilayah Luwu Utara dan Luwu Timur, terutama fase awal pemulihan ketika jalur distribusi utama masih dalam proses normalisasi.

Langkah ini, katanya, guna menjaga kontinuitas pasokan sekaligus mempercepat pemerataan distribusi ke lembaga penyalur di wilayah terdampak.

Baca juga: Blokade jalan di Luwu akhirnya dibuka demonstran

Baca juga: DPRD Sulsel sikapi aspirasi usulan pembentukan Provinsi Luwu Raya

Untuk LPG, telah dilakukan operasi pasar atau pasar murah di berbagai lokasi yang ditentukan pemerintah daerah demi mempercepat proses pemulihan.

Kegiatan ini sudah berjalan beberapa kali dan secara serentak dengan pengawasan dari Dinas Perdagangan Kabupaten dan dibantu Satpol PP.

Selain itu, penambahan pasokan LPG ke Luwu Utara dan Luwu Timur totalnya 11.200 tabung atau 50 persen dari alokasi harian.

Sebelumnya, akses jalan Trans Sulawesi ditutup total massa yang menuntut pemekaran wilayah menjadi Provisi Luwu Raya untuk berpisah dengan Provinsi Sulawesi Selatan. Dampaknya, arus transportasi lintas daerah terhenti, termasuk pasokan BBM dan LPG terhambat hingga terjadi kekurangan dan harga melonjak tinggi.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026