Logo Header Antaranews Makassar

Warga di Maros dikejutkan lumba-lumba tersesat di mangrove

Senin, 2 Februari 2026 21:40 WIB
Image Print
Tangkapan layar dari video viral di sosial media adanya seekor lumba-lumba yang tersesat di kawasan hutan mangrove di Kabupaten Maros, Sulsel, Senin (2/2/2026). (ANTARA/HO-Maros Informasi

Makassar (ANTARA) - Sejumlah warga di Pantai Kuti-Caddi, Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dikejutkan dengan adanya seekor ikan lumba-lumba yang sedang tersesat di kawasan mangrove, pantai setempat, Senin.

Ketua Forum Komunitas Hijau (FKH), Achmad Yusran dikonfirmasi di Makassar, Senin, mengatakan peristiwa langka itu menggerakkan warga untuk melakukan evakuasi darurat terhadap satwa laut lumba-lumba yang terperangkap di antara akar-akar pohon bakau rimbun.

"Lumba-lumba jarang memasuki kawasan mangrove, kecuali sedang mengalami disorientasi. Beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab adalah perubahan pola arus, fluktuasi suhu atau salinitas, hingga gangguan akustik akibat kebisingan mesin kapal yang memecah sistem navigasi sonar alami mereka," ujarnya.

Yusran mengungkapkan, kejadian itu memantik renungan di tengah masyarakat, yaitu perubahan kecil pada ekosistem laut yang dapat menjadi indikasi adanya ketidakseimbangan yang lebih besar.

Ia menegaskan pentingnya pelestarian ekosistem pesisir dan pengendalian aktivitas manusia yang dapat mengganggu kehidupan laut.

"Secara ilmiah, lumba-lumba mengandalkan sonar untuk membaca lingkungan. Kebisingan kapal atau gangguan ekosistem dapat mengacaukan orientasi mereka, memaksa satwa-satwa ini memasuki zona yang tidak aman," katanya.

Menurut Yusran, dalam pandangan budaya lokal, mangrove bukan sekadar benteng ekologi, tetapi juga ruang simbolik yang dianggap menyimpan pesan alam.

Akar-akar bakau yang memeluk lumpur seakan merekam perubahan yang terjadi di laut, perubahan yang kerap lebih cepat daripada kemampuan makhluk di dalamnya untuk beradaptasi.

"Peristiwa di Kuti-Caddi menjadi pengingat bahwa hubungan manusia dengan laut bukan sekadar keterhubungan geografis, melainkan juga moral dan ekologis," terangnya.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026