
Ekonomi Sulbar tumbuh 5,36 persen

Mamuju (ANTARA) - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyampaikan ekonomi provinsinya tumbuh 5,36 persen pada 2025.
Kepala Bapperida Provinsi Sulbar Amujib di Mamuju, Sabtu, mengatakan pertumbuhan ekonomi Sulbar relatif solid dan inklusif sekitar
5,36 persen berdasarkan data BPS Sulbar.
Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sulbar akan diikuti penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan, meskipun terdapat tekanan pada pasar tenaga kerja serta distribusi pengeluaran kelompok masyarakat miskin.
Menurut dia, angka pertumbuhan ekonomi itu akan menjadi penguatan dalam melaksanakan kebijakan pembangunan berbasis data dan evaluasi kinerja ekonomi daerah pada tahun ini.
"Berdasarkan analisis komprehensif terhadap empat indikator utama, yaitu pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, ketimpangan (Gini Ratio), dan ketenagakerjaan, maka arah pembangunan daerah menunjukkan tren positif," katanya.
Menurut dia, kepemimpinan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, telah menjaga stabilitas pembangunan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Ia menyampaikan, berdasarkan data dan analisis Bapperida Sulbar, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni lapangan kerja dan pemerataan manfaat pertumbuhan ekonomi.
Ia mengatakan, isu strategis yang akan diperkuat mendorong pertumbuhan ekonomi adalah program padat karya karena angka pengangguran di tengah pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.
"Pengangguran perempuan masyarakat perkotaan relatif lebih tinggi, mengindikasikan adanya persoalan struktural terkait akses kerja dan kesesuaian keterampilan dengan kebutuhan pasar," katanya.
Sehingga lanjutnya, pengawalan, sinkronisasi, dan kolaborasi program pembangunan melalui penguatan sektor padat karya seperti pertanian hilir, UMKM, industri rumah tangga, dan ekonomi kreatif akan menjadi pilihan program pemerintah.
Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
