Logo Header Antaranews Makassar

Sidrap klaim pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulsel

Minggu, 1 Maret 2026 14:56 WIB
Image Print
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif (dua kiri) bersama Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah (dua kanan), didampingi pengusaha telur saat menyerahkan bantuan permodalan kepada pelaku UMKM saat buka puasa massal dirangkaikan Tabliq Akbar menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Sidrap ke-682 tahun di Pelataran Masjid Agung Pangkajene Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. ANTARA/Darwin Fatir.

Sidrap (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mengklaim sebagai kabupaten capaian tertinggi pertumbuhan ekonomi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 dari 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan.

"Alhamdulillah, kabupaten kita menjadi juara satu pertumbuhan ekonomi mencapai 7,71 persen (data BPS) di Sulsel. Tentu capaian yang sangat baik, dan ini berkat kerja sama semua pihak yang ikut membantu," kata Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif di Sidrap, Minggu.

Dari data BPS, disebutkan ada perbandingan pertumbuhan ekonomi yang telah di survei pada 24 kabupaten kota tersebar di Provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten Sidrap berada di posisi pertama dengan persentase 7,71 persen, disusul Kabupaten Luwu (7,43 persen), Kabupaten Wajo (7,16 persen), dan Kabupaten Gowa (7,04 persen).

Sedangkan daerah lainnya berada pertumbuhan ekonomi enam persen masing-masing Kabupaten Jeneponto 6,59 persen, Kabupaten Luwu Utara 6,17 persen, dan Kabupaten Sinjai 6,05 persen.

Sementara untuk capaian pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen, meliputi Kota Makassar (5,34 persen), Kabupaten Barru (5,16 persen), serta Tana Toraja (5,01 persen). Sementara daerah di bawah empat persen, yakni Kepulauan Selayar (3,98 persen), Kabupaten Luwu Timur (3,7 persen), dan Kabupaten Bantaeng (2,56 persen).

Bila melihat pertumbuhan ekonomi di Sidrap sejak 2018 hingga 2025, mengalami gejala fluktuatif. Data 2018, pertumbuhan ekonomi masih bertahan di angka 5,02 persen. Namun pada 2019 menurun 4,65 persen. Bahkan saat pandemi COVID-19 pada 2020 berada dititi terendah dengan terkontraksi 0,59 persen.

Dengan capaian 7,71 persen itu, menjadi tertinggi selama delapan tahun terakhir, dan menegaskan posisi Kabupaten Sidrap sebagai motor penggerak ekonomi baru di Sulsel. Pertumbuhan ekonomi ini menjadi indikator pencapaian positif pada sektor pertanian, perdagangan serta sektor penunjang lainnya.

Tidak hanya memimpin secara statistik, Kabupaten Sidrap turut memperkuat optimisme terhadap keberlanjutan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing pada tingkat regional di Indonesia.

"Capaian ini menjadi motivasi kami untuk terus meningkatkan kesejahteraan ekonomi rakyat melalui pemberdayaan para petani meningkatkan hasil panennya," papar Wakil Ketua DPRD Sulsel 2019-2024 itu.

Keberhasilan itu, atas kerja sama masyarakat, petani yang ingin merubah main set (pikiran) mereka untuk menghasilkan hasil produksi secara maksimal. Selain meningkatkan hasil produksi, pola pertanian juga diubah termasuk memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi serta alsintan. Tujuannya, memberdayakan masyarakat.

"Ada beberapa hal yang diubah di tengah masyarakat selama kepemimpinan saya bersama ibu Wakil Bupati Nurkanaah agar hasil pertanian masyarakat meningkat. Saya melaksanakan eksekusi program di lapangan, dan Ibu Nurkanaah bekerja di wilayah administrasi, sehingga inilah capaiannya, masyarakat sejahtera," katanya.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026