
ICM Unhas perkuat pengembangan hilirisasi mineral kritis

Makassar (ANTARA) - Direktur Eksekutif Global Research Institute Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Prof Adi Maulana, mengatakan keberadaan Institut for Critical Mineral (ICM) Unhas berfokus dalam penguatan riset dan teknologi untuk mempercepat pengembangan hilirisasi mineral kritis di Indonesia.
Prof Adi Maulana di Makassar, Senin (12/1, mengatakan ICM menjadi wadah bagi para peneliti hingga perusahaan untuk mengembangkan riset secara bersama-sama khususnya dalam percepatan hilirisasi.
"ICM menjadi salah satu institut yang kemudian disiapkan menjadi hub pengembangan riset. ICM akan mempertemukan antara para peneliti, industri, kemudian pengambil kebijakan yakni pemerintah termasuk regulator dalam hal ini," ujarnya dalam Simposium Nasional Optimalisasi Peran ICM-Unhas di Gedung Rektorat Unhas.
Ia menjelaskan, meskipun ICM Unhas dibangun atau berlokasi di kampus tersebut namun dipastikan bukan milik Unhas.
Adapun penunjukan Unhas, kata dia, pertama karena sumber-sumber kritikal mineral, terutama yang strategi, logam tanah jarang, uranium dan lain sebagainya memang secara geografis lebih dekat dengan Unhas.
Dirinya juga menegaskan Institut Critical Mineral ini bukan ingin bersaing dengan UI, ITB, UGM atau perguruan tinggi lainnya namun justru kita ingin berkolaborasi.
"Jadi nantinya juga kolaborasi dengan BRIN. Kepala BRIN pada saat berkunjung ke Unhas sudah membuat kesepakatan terkait rencana kantor bersama, kemudian meneliti permasalahan-permasalahan strategis dan diperlukan untuk perekonomian nasional," ujarnya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
