Logo Header Antaranews Makassar

Sidrap Surplus Beras 150 Ribu Ton

Sabtu, 8 Agustus 2009 00:45 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan tahun ini memproduksi 450.000 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara 250 ribu ton dengan surplus beras daerah lumbung pangan di provinsi ini sebanyak 150.000 ton.

Dengan surplus beras sebanyak itu, kata Bupati Sidrap, H. Rusdi Masse di Makassar, Sabtu, daerahnya memberi kontribusi sekitar 9,5 persen dari target pencapaian surplus beras Sulsel tahun ini sebanyak 2,1 juta ton.

Surplus beras sebanyak itu akan dicapai musim tanam 2008-2009 menyusul makin tingginya kesadaran masyarakat petani untuk mengoptimalkan produktifitas areal pertanaman padi di daerah ini seluas 75.000 ha.

Pemerintah Kabupaten Sidrap, lanjutnya, sangat mendukung gebrakan Gubernur Sulsel, Dr Syahrul Yasin Limpo, MH, MSi, yang meminta agar setiap daerah sentra-sentra produksi tanaman pangan ini mampu menghasilkan "over stock" beras yang berkualitas guna mendorong peningkatan pendapatan petani di sektor ini.

"Hasilnya, setiap tahun daerah berpenduduk sekitar 300 ribu jiwa ini mampu berkontribusi terhadap surplus beras sebanyak itu ke pemerintah Sulsel sebagai penyanggah utama cadangan beras di Indonesia," ujarnya dan menambahkan, sentra - sentra produksi beras lainnya di provinsi ini antara lain Kabupaten Pinrang, Barru, Luwu, Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur, Bone, Wajo, Soppeng, Maros, Pangkep, Gowa, Takalar, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Enrekang, Tanatoraja dan Selayar.

Selain daerah ini mengkontribusi pencapaian surplus beras, katanya, Sidrap juga mengantar-pulaukan berasnya ke provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan sebagian ke Kalimantan Timur melalui pelabuhan Parepare.

Perdagangan beras antarpulau dilakukan pengusaha swasta dengan pengawasan dari pemerintah setempat bekerjasama instansi terkait di daerah ini.

Menyangkut pasokan pupuk urea bersubsidi untuk daerah ini, kata Rusdi, hingga saat ini tidak ada masalah karena jatah yang ditetapkan distributor sesuai dengan luas areal pertanaman padi yang diterima langsung kelompok petani berdasarkan rencana penggunaan pupuk kelompok tani tersebut.

"Bahkan, jika terjadi kelangkaan pupuk, pemerintah setempat akan memasok langsung dari PT. Pupuk Kaltim, Bontang," ujarnya seraya menyatakan, selama ini pasokan bahan penyubur tanaman tersebut ke daerahnya cukup lancar.

(T.PSO-099/F003)