Logo Header Antaranews Makassar

Dua Korban Penembakan Dilarikan ke Makassar

Minggu, 9 Agustus 2009 16:24 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Dua warga Kecamatan Polong Bangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, yang diduga menjadi korban penembakan aparat Brimob di lahan sengketa PTPN XIV Takalar terpaksa dilarikan ke RS Bhayangkara Makassar, Minggu Sore.

Haris Daeng Naba (25) dan Jufri Daeng Tona (30) diduga mendapat tembakan timah panas, ketika sejumlah petugas mengamankan tawuran antara pegawai PTPN Wilayah XIV Takalar dan warga Kecamatan Polong Bangkeng Utara Takalar.

Haris, warga Desa Parang Ba'do, Kecamatan Polong Bangkeng Utara, terkena peluru tajam pada betisnya, sedangkan Jufri yang tinggal di Dusun Bontonompo, Desa Kampung Beru, Kecamatan Polong Bangkeng Utara, terkena peluru pada pinggang kanannya.

Kedua korban yang bersaudara kandung ini dirawat secara intensif di Instalasi Rawat Darurat (IRD) Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar dengan pengawalan ketat dari pihak Polres Takalar.

Polisi melarang para wartawan untuk meliput masuk ke IRD. Bahkan pihak Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar yang ingin menemui korban, juga dilarang masuk.

Ibu korban, Daeng Be'ja (65), yang menyaksikan tawuran tersebut, sempat diseret oleh empat orang anggota Brimob dan Polres Takalar, untuk diamankan.

"Saya diseret oleh empat anggota polisi. Dua orang berpakaian hitam-hitam dan membawa senjata," katanya

Dia pun menceritakan kejadian yang menimpa dirinya dan dua orang putranya yang menjadi korban penembakan itu.

Saat itu, dirinya bersama anak ketiganya, Haris, bermaksud untuk berkebun di atas lahan sengketa tersebut.

Namun, saat itu terjadi bentrokan antara ratusan warga setempat dengan para karyawan PTPN, bersama puluhan aparat kepolisian dan beberapa anggota TNI.

Belum sampai mereka di tangah kerumunan massa, terjadi bakulempar batu antara warga dan karyawan. Keadaan pun menjadi ricuh dan ribut. Para warga dikejar oleh anggota polisi dan Brimob.

Saat kericuhan itu berlangsung, dua orang ini pun diciduk oleh sejumlah polisi. Haris digeledah dan digiring ke suatu tempat. "Setelah dibawa ke suatu tempat, belakangan saya ketahui Haris terkena tembakan di pinggangnya. Saya tidak tahu di mana dan kapan persisnya dia kena tembakan," ujarnya.

Kericuhan ini membuat Dg Be'ja panik dan mengamankan dirinya.

Sedangkan anak kedua Dg Be'ja, Jufri, yang berada di kerumunanan warga yang dikejar-kejar, juga terkena peluru.

Brimob yang jumlahnya sebanding dengan warga, beberapa dari mereka mengarahkan senjatanya ke atas dan ke depan, ke arah massa yang berlarian di tengah perkebunan.

"Polisi menembak ke atas, juga ke depan dan melemparkan gas air mata ke arah kerumunan warga," katanya

Menurut dia, bukan hanya dua orang anaknya yang terkena peluru, ada sekitar sepuluh orang yang juga terkena timah panas. "Ada yang kena di pelipis, juga ada warga terkena di bagian dadanya," ujarnya lagi

Bahkan, satu orang wartawan dari MetroTV biro Makassar terluka akibat dipukul oleh oknum karyawan PTPN dan polisi.

(T.PSO-101/H-KWR)