
TIF 2015 diharapkan jadi magnet wisatawan

"Kami berharap dengan even ini bisa menjadi magnet bagi wisatawan untuk melihat kebudayaan di Toraja ...
Toraja Utara, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Penyelengaraan Toraja Internasional Festival (TIF) 2015 ke III di Ketekesu di Toraja Utara diharapkan menjadi magnet bagi wisatawan domestik dan manca negara.
"Kami berharap dengan even ini bisa menjadi magnet bagi wisatawan untuk melihat kebudayaan di Toraja dengan dikolaborasi dengan kesenian dari musisi dunia yang sengaja didatangkan untuk memeriahkan acara," kata Direktur Lokaswara Franki Raden di Toraja Utara, Jumat.
Dalam keterangannya kepada wartawan sebelum pembukaan TIF di Ketekesu, dirinya optimis even ini akan menarik bagi wisatawan, kendati minim anggaran namun pihaknya tetap optimis akan membuat acara menjadi semarak.
"Kami tidak peduli dengan minimnya anggaran pelaksanaan, karena kami seniman berkarya untuk menghasilkan karya untuk dinikmati masyarakat," paparnya kepada wartawan.
Sementara Bupati Toraja Utara Frederik Batti Sorring pada kesempatan itu mengatakan pihaknya berharap dengan sejumlah even budaya termasuk TIF akan menjadi minat wisatawan untuk memilih destinasi di Toraja.
"Kami pemerintah daerah berharap dengan even seperti ini akan menarik jumlah wisatawan. Selain itu akan meningkatkan pendapatan ekonomi warga sekitar, saya sangat setuju even ini akan menjadi agena tahunan," paparnya.
Saat ditanyakan selama pelaksanaan TIF hingga tahun ketiga itu dan even priwisata lainnya di Toraja, kata dia, ada peningkatan signifikan termasuk pendapatan masyarakat di Toraja meningkat pesat.
"Tiga tahun lalu jumlah wisatawan memcapai 60 ribu orang, namun tahun ini meningkat hingga 100 ribu wisatawan baik dari lokal, nasional maupun manca negara," sebutnya.
TIF di tahun ketiga ini di gelar di Rantepao Kabupaten Toraja Utara 13-16 Agustus dengan menampilkan kesenian toraja mengangkat tema `Mabugi` sebagai inti dari rangkaian kegiatan tersebut.
Mabugi adalah sebuah rangkaian tarian dan nyanyian kolosal di kemas dalam bentuk teaterikal yang sangat unik. Mabugi hanya terdapat di wilayah Rantepao.
Mabugi akan ditampilkan pada pembukaan kolosal TIF yang berjudul `Toraja Symphony` malam ini. Selain Mabugi, TIF akanmenampilkan Karombi, Manganda, Menimbong, Pageludan Pompang, serta grup musik non-tradisional Toraja seperti Toraja Choir dan Tibaen Ballo.
Pihaknya berharap, suatu saat Toraja dapat menjadi icon dari pertemuan budaya segala bangsa di dunia sebagaimana halnya dengan Indonesia sendiri. Jika tujuan ini dapat tercapai, lanjutnya, maka jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dapat di pastikan akan melonjakdengan drastik setiap tahunnya.
Selain itu TIF 2015 telah mendatangkan para peserta luar negeri dari negara-negara seperti Spanyol yakni Gotrasawala Ensemble dan Ana Alcaide, Belanda yakni BoiAkih, Australia ada Ron Reeves, Hongaria ada Helga Sedli, dan Uzbekistan yakni YzbegimYoshlari.
Sementara dari Ibukota TIF membawa sebuah grup anak muda Jakarta yang sudah melanglang buana seperti `Konokini` yang menjadi perhatian media melalui Eco Music Camp yang di selenggarakan di Taman Buah Mekarsari, Bogor.
Pewarta : Darwin Fatir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
