
Tarian kolaborasi Lokal-Internasional TIF pukau penonton

"Dengan even seperti ini akan menjadi penarik wisatawan ke Toraja...
Toraja, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Tarian kolosal kolaborasi bertajuk `Toraja Simphony` dipadukan pemain lokal dan Internasional pada pembukaan Toraja Internasional Festival (TIF) berhasil memukau ratusan penonton, di Ketekesu, Toraja Utara, Sulawesi SelatanJumat malam.
Tarian pembuka dibawakan Tadmla asal Hungaria dengan menari secara solo, kemudian dipadukan dengan pantun ala Toraja yang menceritakan pejalanan hidup, motivasi dan petuah-petuah.
Secara berturut turut tampil sejumlah penari toraja, lalu susul penari dari Uzbekistan yakni YzbegimYoshlari didampingi dayang-dayangnya bercerita tentang dirinya ingin melamar pujaan hatinya diringi musik timur tengah dipadukan musik kesenian.
Penampilan dari Spanyol yakni Gotrasawala Ensemble dan Ana Alcaide, Belanda yakni BoiAkih, Australia ada Ron Reeves, Hongaria ada Helga Sedli, juga menjadi bagian dari pertunjukan tersebut.
Selanjutnya bergiliran tarian tarian lokal lainya masuk dalam inti pertunjukan disebut Mabugi. Mabugi merupakan rangkaian tarian dan nyayian kolosal yang dikemas dalam bentuk teatrikal yang unik denga perpaduan tari-tarian.
Dalam tarian itu juga ditampilkan penampilan Karombi, Manganda, Menimbong, Pageludan Pompang, serta grup musik non-tradisional Toraja seperti Toraja Choir dan Tibaen Ballo dipandu grup musik non-tradisional Toraja seperti Toraja Choir dan Tibaen Ballo.
Salah satu grup kesenian asal Jakarta Kunokini ikut mengisi instrumen dalam pertunjukan kesenaian tersebut sehingga penonton terlihat semakin bersemangat. Usai pertunjukan berdurasi dua jam itu diisi dengan Madero atau tarian persatuan dari Toraja sehingga mengajak penonton ikut menari membentuk llingkaran.
Bupati Toraja Utara Fredrik Batti Soreng Frederik Batti Sorring sebelum pertunjukan di mulai mengatakan, pihaknya berencana akan menjadikan TIF sebagai agenda tahunan di Kabupaten Toraja.
"Dengan even seperti ini akan menjadi penarik wisatawan ke Toraja. Selain kesenian, pagelaran budaya dan situs sejarah adat juga menjadi daya tarik. Pada 2011 wisatawan datang ke Toraja mencapai 60 ribu, kemudian meningkat pada 2014 mencapai 140 ribu lebih," sebutnya.
Sementara pengagas TIF Sapta Nirwandar pada kesempatan itu mengharapkan agar TIF bisa terus berlangsung pada tahun-tahun mendatang dengan dikemas dalam bentuk menarik.
"Tahun mendatang kita buat lagi lebih menarik dengan menghadirkan Kafe Toraja Festival serta membuat pertunjukan kesenian yang lebih besar lagi dari sebelumnya," harap dia.
Hadir pada kesempatan itu Syamsul Lussa sebagai Staf Ahli Maritim Kementerian Pariwisata mewakili kementerian terkait, ketua adat katekesu Layu Sanggalu, Kepala Dinas Pariwisata Torut Inno Rante, unsur Muspida, Direktur TIF Franki Raden, dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Pada kesempatan itu penggas TIF Sapta Nirwandar mendapat penghargaan dari tetua ada berupa papan kayu pahatan khas toraja sebagai bentuk terima kasih atas pelaksanaan TIF selama tiga tahun terakhir.
Pewarta : Darwin Fatir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
