
Kandidat Bupati Malaka : Jangan serang lawan politik

"Saat ini sedang dalam masa kampanye, dan merupakan fase ...
Kupang (ANTARA Sulsel - Salah seorang kandidat Bupati Malaka di wilayah perbatasan Nusa Tenggara Timur dengan negara Timor Leste, Stefanus Bria Seran mengimbau para pendukungnya agar tidak menyerang lawan-lawan politiknya atau melakukan agitasi politik selama masa kampanye berlangsung.
"Saat ini sedang dalam masa kampanye, dan merupakan fase yang sangat krusial dalam tahapan pelaksanaan pilkada serentak yang akan berlangsung pada 9 Desember 2015. Namun, kami sudah lalui dengan baik," katanya ketika dihubungi Antara dari Kupang, Selasa.
Mantan Kepala Dinas Kesehatan NTT itu mengatakan pelaksanaan kampanye di daerah otonom baru Malaka hasil pemekaran dari Kabupaten Belu itu, masih berlangsung normal tanpa adanya sikut-sikutan dan saling menyerang di atas panggung kampanye.
"Saya sudah tekankan dan ingatkan kepada para pendukung dan simpatisan untuk tidak boleh melakukan keributan apapun selama masa kampanye berlangsung. Dan, nyatanya mereka mengindahkan imbauan tersebut," ujarnya.
Ia menambahkan walaupun ada lawan politik yang sempat melancarkan kampanye hitam kepada dirinya, ia tidak menggubris. "Biarkan masyarakat Malaka yang menilai, siapa yang paling pantas memimpin mereka untuk lima tahun ke depan," ujarya.
Dia mengatakan, pihaknya fokus memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang program yang akan dilakukan untuk membangun daerah otonomi baru itu, jika dipercayakan memimpin wilayah yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste itu.
"Kami fokus pada kampanye program. Biarkan masyarakat yang menilai, mana yang terbaik bagi mereka," katanya menambahkan.
Dalam Pilkada serentak di Kabupaten Malaka, akan bertarung tiga pasangan calon, masing-masing Agustinus Klaran-Paulus Seran Bauk, Stefanus Bria Seran-Daniel Asa dan Taolin Ludovikus-Benny Chandradinata.
Para pasangan calon ini akan memperebutkan 149.959 suara--sesuai daftar pemilih sementara--yang tersebar pada 127 desa/kelurahan di 12 kecamatan.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
