
Luwu Timur mulai jalankan program pendamping desa

"Tenaga pendamping desa akan turut menentukan sukses atau tidaknya pembangunan...
Luwu Timur, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan mulai menjalankan program pendamping desa untuk memaksimalkan pembangunan dari berbagai sektor baik fisik, kelembagaan hingga pelaporan keuangan yang transparan dan akuntabel.
"Tenaga pendamping desa akan turut menentukan sukses atau tidaknya pembangunan dan pemberdayaan desa sebagaimana amanat undang-undang desa" jelas Penjabat Bupati Luwu Timur Irman Yasin Limpo, di Lutim, Kamis.
Program pendamping desa melibatkan sebanyak enam tenaga ahli, 17 pendamping desa dan 22 pendamping lokal desa (PLD).
Menurut dia, peran pendamping desa tidak hanya memberdayakan kelembagaan dan aparatur desa, tapi juga harus ikut serta dalam merencanakan program yang aspiratif dan sesuai kebutuhan masyarakat agar terwujud desa yang kuat, maju, mandiri dan berdaya saing.
"Intinya pendamping desa harus bisa memaksimalkan seluruh potensi desa dengan melihat masyarakat sekitarnya sebagai subjek yang perlu diberdayakan dalam banyak aspek" jelasnya.
Irman juga mengingatkan agar para pendamping desa terus memperbaharui diri agar mampu menjadi tenaga yang handal dan profesional sebagaimana yang menjadi harapan penting dalam proses implementasi undang-undang desa.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD), Andi Tabacina Akhmad mengatakan pendampingan desa merupakan program pemerintah pusat yang mengisyarakatkan pembangunan negara harus dimulai dari tingkat desa.
"Jika desa sebagai lini terdepan mampu berkembang secara baik tentu akan berdampak positif bagi daerah secara khusus dan negara pada umumnya" tandasnya.
Untuk itu, kata dia, para pendamping desa ini akan melaksanakan tugas dan perannya seperti memastikan penyusunan rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJM Desa), Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP Desa) dan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes).Termasuk pengelolaan dana desa yang dialokasikan oleh pemerintah pusat untuk desa.
Saat ini, lanjut Tabacina, jumlah desa di kabupaten Luwu Timur sebanyak 124 desa sementara jumlah pendamping desa sebanyak 45 terdiri dari enam tenaga ahli meliputi pemberdayaan, infrastruktur, perencanaan partisipatif , pengembangan ekonomi, teknologi tepat guna dan tenaga ahli pelayanan dasar.
Selanjutnya 17 pendamping desa yang bertugas di kecamatan dan 22 PLD dengan rincian lima orang di Burau, empat di Wotu, Tomoni (tiga orang), Tomoni Timur (dua orang), Kalaena (dua orang), Malili (satu orang), Towuti (empat orang), dan satu orang di Kecamatan Nuha. sementara PLD di Kecamtan Angkona, Mangkutana dan Wasuponda masih belum ada tenaga.
"Mengingat masih ada wilayah yang kosong, saya harap bagi warga yang punya kompetensi dan kapasitas agar mempersiapkan diri mengikuti seleksi berikutnya secara online tahun depan," katanya.
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
