Logo Header Antaranews Makassar

The Maczman sayangkan suporter pukul panitia SSL

Selasa, 16 Februari 2016 14:43 WIB
Image Print
Kami sebagai suporter tentu ikut menyayangkan terkait kejadian seperti ini...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Suporter terbesar PSM Makassar, The Mazcman menyayangkan sikap suporter tim amatir Perseka Bosowa yang melakukan pengeroyokan dan pemukulan terhadap Ketua Panitia Sulsel Super League (SSL) U-21 di Lapangan Karebosi Makassar, Senin (15/2).

Dedengkot The Maczman, Andi Syam Paswah di Makassar, Selasa, mengatakan suporter itu harusnya bisa lebih menahan diri dan tidak bertindak anarkis. Apalagi turnamen ini memiliki tujuan mulia yakni sebagai ajang seleksi pemain PSM U-21 dan senior.

"Kami sebagai suporter tentu ikut menyayangkan terkait kejadian seperti ini. Ini tentu ada sebab akibat namun tentu kita sebagai suporer harusnya bersikap lebih tenang dan tidak melakukan tindakan anarkis," jelasnya.

Kejadian seperti ini juga diharapkan bisa menjadi pelajaran agar suporter PSM khususnya saat tampil di Indonesia Super Competition (ISC) 2016 tidak melakukan hal yang justru merugikan tim PSM Makassar.

Ia menjelaskan, suporter yang baik itu harus bisa bersikap dewasa. Adapun kewajiban sebagai suporter tentu memiliki hak dan kewajiban dalam mendukung tim kebangaan.

"Kita juga berharap kejadian ini tidak lagi terjadi khususnya saat PSM berlaga di isc 2016. Ini tentu hal yang miris dan kita menyayangkan kejadian yang terjadi," ujarnya.

Terkait The Mazcman sendiri, apakah pernah melakukan hal serupa yakni memukul panitia pertandingan, dirinya mengaku tidak. Sebab ini bukan bagian dari fungsi dari suporter.

Suporter juga seharusnya menghargai jerih payah panitia yang berasal dari Forum Bersama (Forbes) Wartawan Olahraga Makassar dalam komitmennya dalam pembinaan sepak bola di Sulsel.

"Suporter itu harusnya lebih dewasa dalam menanggapi sesuatu. Ini tentu menjadi pelajaran dan perhatian bagi kita semua untuk tidak melakukan hal yang sama kedepan," ujarnya.

Kejadian pemukulan teradap Ketua Panpel SSL U-21 ini berawal dari protes keras yang dilakukan Pelatih Perseka Bosowa Bahar Muharram terhadap wasit. Mantan pemain PSM itu tidak terima keputusan wasit yang tidak memberikan penalti. Bahar menganggap bola mengenai tangan salah satu pemain PS Bososwa Semen di kotak penalti, dan seharusnya Perseka dapat hadiah penalti.

Melihat intimidasi Pelatih Perseka terhadap wasit Ahmad Tuharea, Ketua Panitia SSL U-21 Sri Syahril mencoba menenangkan Bahar Muharram dengan mengajaknya kembali ke bens pemain demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kendati demikian, Bahar sama sekali mengabaikan dan terus melakuakn provokasi. Bukan hanya itu, nada suaranya juga semakin tinggi, sehingga pemain dan suporter Perseka Bosowa terprovokasi, dan langsung mengerumuni dan melakukan pemukulan ketua panitia SSL U-21 Sri Syahril.

Meski pemain bisa ditenangkan, namun suporter Perseka tetap mengamuk dan melakukan pengeroyokan terhadap Ketua Panitia SSL U-21 Sri Syahril. Atas kejadian ini, Sri Syahril mengalami luka memar di bagian wajah.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026