Logo Header Antaranews Makassar

Persija fokus pulihkan mental saat hadapi Bali United

Sabtu, 14 Februari 2026 22:01 WIB
Image Print
Pelatih Kepala Bali United Johnny Jansen di sela-sela jumpa pers H-1 pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu (14/2/2026). (ANTARA/HO-Bali United)

Jakarta (ANTARA) - Persija Jakarta menegaskan fokus utama mereka adalah pemulihan mental pemain menjelang laga tandang menghadapi Bali United pada pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026.

Asisten pelatih Persija Ricky Nelson mengatakan kekalahan 0-2 dari Arema FC pada laga sebelumnya cukup memengaruhi kondisi psikologis tim sehingga menjadi perhatian utama dalam persiapan pekan ini.

“Persiapan kami memang yang paling penting kami memperbaiki masalah mental yang dalam seminggu ini, ya, kekalahan dari Arema di kandang itu cukup mengganggu,” ujar Ricky dalam jumpa pers daring, Sabtu.

Ia menambahkan, tim pelatih bersama pelatih kepala Mauricio Souza telah melakukan pertemuan untuk memastikan tim kembali fokus menatap sisa kompetisi yang masih panjang.

Souza tidak dapat mendampingi para pemainnya saat melawan Serdadu Tridatu karena pelatih asal Brasil itu harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning akibat kartu kuning yang diterimanya pada laga kontra Arema.

“Sehingga minggu ini tim pelatih dan juga Head Coach menyiapkan tim untuk bagaimana kembali lagi bahwa melihat kompetisi masih panjang dan kita mau berusaha kembali untuk bisa menuju posisi yang kita inginkan yaitu bisa tetap dekat dengan posisi yang pertama. Sehingga, kembali kita harus kuatin mental dan semoga apa yang kita planning, ya, dengan walaupun tanpa Head Coach, pesan-pesan yang sudah diberikan dan juga kita sudah meeting, dan kita siap menghadapi Bali United,” ucapnya.

Dari sisi komposisi tim, Ricky memastikan skuad Persija kini lebih lengkap dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Sejumlah pemain yang sempat absen sudah kembali tersedia dan tidak ada pemain yang terkena akumulasi kartu.




Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026