
Wali Kota "pamit" dengan ASN Ambon

"Saya secara pribadi dan keluarga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh ASN yang telah bersama-sama melayani kota ini...
Ambon (ANTARA Sulsel) - Hari terakhir kepemimpinan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy melakukan perpisahan dengan seluruh Aparatur Sipil Negera (ASN) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) setempat, Rabu.
"Saya secara pribadi dan keluarga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh ASN yang telah bersama-sama melayani kota ini, sehingga tepat di hari ini kita akan mengakhiri tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin kota," katanya saat melakukan apel terakhir bersama ASN Ambon.
Menurut dia, banyak hal yg telah dicapai, tetapi ada juga yang telah kita gariskan belum dapat dipenuhi. Keberhasilan yang diraih saat ini bukan keberhasilan Wali Kota dan Wakil Wali Kota secara pribadi, tetapi keberhasilan bersama.
"Jika kota Ambon bisa berkembang seperti saat ini karena kebaikan Tuhan, bukan karena kuat dan hebatnya pemimpin kota, karena itu kita tidak boleh sombong dan bangga karena setiap masa melahirkan pemimpin, dan pemimpin itu lahirkan sejarah. Biar sejarah yang nanti akan membuktikan karena setiap peristiwa itu ada masa dan waktunya," katanya.
Richard menyatakan, ungkapan permohonan maaf tulus disampaikan jika selama memimpin terdapat kebijakan dan tutur kata yang menyinggung bahkan tidak menyenangkan hari para ASN.
"Saya tidak mungkin dapat memuaskan seluruh pegawai juga seluruh rakyat. Namun, saya buat adalah parameter umum sebagai standar bersama, bahwa ada yang tersinggung dan tidak senang, itu semata soal subjektivitas. Biarlah semua yang baik menjadi kebanggaan dan kekurangan menjadi tanggung jawab sebagai pemimpin," ujarnya.
Ia mengatakan, para ASN harus ikhlas dalam bekerja, tidak boleh pamrih karena hasil jerih juang tidak dinikmati saat ini tetapi kemudian hari.
"Saya mau mengatakan jangan kendor dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab. Siapa pun nanti yang akan menjadi pemimpin kota jangan saudara kendor, terus pertahankan prestasi dan tingkatkan.Jangan saudara mengabdi kepada orang per orang, tetapi mengabdi kepada kota ini," tandasnya.
Diakuinya, penjabat baru yang akan memimpin kota ini kedepan harus diberikan dukungan tanpa pamrih, bukan terkait pejabat tetapi karena Tuhan telah mengutus seorang pemimpin baru untuk melayani kota ini.
"Hal ini yang harus kita pahami bersama karena perubahan itu selalu berdampak. Kita boleh menghindari diri dari perubahan, karena perubahan itu akan mengejar kita terus, sekarang bagaimana kita mampu beradaptasi dengan perubahan itu," tandasnya.
Kesempatan terakhir Richard menyatakan, dia tidak mau bersalaman dengan para ASN sebagai bentuk pamitan karena akan kembali lagi untuk melayani masyarakat.
"Hari ini kita terakhir bertemu karena saya hanya cuti saja. Saya akan kembali lagi untuk melayani saudara-saudara. Saya tidak mau bersalaman karena itu artinya kita berpisah. Fakta membuktikan bahwa rakyat menghendaki begitu banyak untuk melayani dan jika Tuhan mengijinkan kita akan ketemu lagi di lain kesempatan," katanya.
Pewarta : Penina Mayaut
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
