
Kebakaran Alang-Alang Panikkan Warga Makassar

Makassar (ANTARA Sulsel) - Warga dekat perumahan BTN Hamsi Makassar yang menunggu waktu berbuka puasa panik dan mengamankan barang-barangnya, Sabtu sekitar pukul 18.00 Wita, karena ribuan meter persegi alang-alang dekat kawasan tersebut terbakar.
Kebakaran alang-alang di atas lahan sengketa Rajak Djalle dengan Abdulah Daeng Sirua seluas 10.000 meter persegi ini dikhawatirkan akan merembes ke pemukiman warga yang rata-rata rumah panggung.
Ratusan kepala keluarga (KK) yang berada di dekat lahan di kelurahan Tamalate Indah, Kecamatan Biringkanayya, Makassar itu panik dengan mengangkat semua barang-barangnya ke tempat yang aman. Saat itu tinggi kobaran api di tengah alang-alang sudah mencapai tiga meter.
Salah satu warga pinggir lapangan ini, Kasmawaty Daeng Bori (45), mengungkapkan, kebakaran alang-alang berawal saat ada warga membakar sampah di tengah lahan sengketa itu.
Kencangnya tiupan angin membuat titik api sampah tersebut makin membesar, begitu pula dengan asapnya merembes ke pemukiman warga.
"Warga disini semua panik dan beramai-ramai mengangkat barangnya karena melihat api sudah membesar dan sulit dipadamkan. Terjadi saat kami semua akan buka puasa dan shalat magrib," jelasnya.
Selain kobaran api, kata dia, kepulan asap putih dari lahan yang berada di samping kantor Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sulawesi Selatan membuat mata perih dan mengganggu waktu berbuka puasa dan shalat maghrib.
"Bukan main banyaknya asap, sampai-sampai saya tidak dapat shalat maghrib," ujarnya
Dinas Damkar dan penanggulangan Bencana Makassar mengirimkan satu armada pemadam kebakaran ke lokasi untuk memadamkan api.
(T. PSO-101/Z002)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
