
BMG Deteksi Getaran 1,9 SR di Bone

Makassar (ANTARA Sulsel) - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Makassar mendeteksi adanya getaran 1,9 Skala Richter (SR) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada titik koordinat 4,68 Lintas Selatan dan 120, 09 Bujur Timur.
"Magnitud getaran sangat kecil, terjadi di perbatasan Kabupaten Bone dan Wajo, atau 62 kilometer dari Kota Sengkang, ibukota Kabupaten Wajo," kata staf BMG Makassar, Made Widiada di Makassar, Kamis.
Menurut dia, getaran pada pukul 10.34 Wita itu, terdeteksi terjadi di kedalaman satu kilometer dari permukaan tanah. Selain Bone, getaran juga terdeteksi di Kawasan Camba, Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Bulukumba.
Ia menambahkan, di wilayah tersebut terdapat Patahan Sa'dang, yang berpotensi menjadi penyebab gempa, namun ia belum bisa memastikan apakah suara ledakan yang terjadi di sekitar Teluk Bone pada Kamis pagi sekitar pukul 10.00 Wita, disebabkan oleh getaran tersebut.
"Kalau gempa, tidak ada suara ledakan. Tapi menurut kesaksian warga yang saya saksikan di televisi, mereka menyebutkan ada suara ledakan. Sehingga saya belum bisa memastikan penyebab pasti ledakan di Bone tadi pagi," katanya.
Pada Kamis pagi, sekitar pukul 10.00 Wita warga Kabupaten Bone dikejutkan dengan adanya suara ledakan di atas laut tersebut.
Menurut informasi yang beredar, ledakan terjadi antara pukul 09.00-10.00 Wita. Warga menduga ledakan itu disebabkan meledaknya sebuah pesawat yang melintas di wilayah itu.
Sampai saat ini, informasi yang beredar masih simpang siur. Beberapa warga menyebutkan, selain ledakan pesawat, kemungkinan suara ledakan juga berasal dari pesawat jet tempur Sukhoi yang sementara latihan di wilayah itu.
Seorang warga lainnya, Rusmin, bahkan menyebutkan ledakan tersebut disebabkan aksi bom ikan yang dilakukan nelayan setempat.
Ratusan warga Kecamatan Awangpone yang terletak di perbatasan Kabupaten Bone-Sengkang, dilaporkan bergerak melakukan pencarian asal suara ledakan itu.
Ketika dikonfirmasi, Komandan Lapangan Udara (Dalanud) TNI AU Hasanuddin, Kol. Pnb. IB Ida Bagus Putu Dunia, mengatakan hari ini mereka latihan cuma di sekitar Makassar saja dan tidak ada metode latihan supersonik yang bisa mengeluarkan suara keras.
"Sesuai laporan yang saya terima tidak ada latihan Sukhoi ke daerah Bone," katanya melalui pesan singkat.
(T.PK-AAT/Z003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
