Kulit mangga solusi atasi cemaran minyak
Kamis, 27 September 2018 8:49 WIB
Foto arsip. Kios mangga di Indramayu, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Canberra (Antaranews Sulsel) - Kulit mangga menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tumpahan minyak dengan cara yang ramah lingkungan menurut hasil studi peneliti Australia.
Studi yang hasilnya dipublikasikan pada Rabu (26/9) oleh University of South Australia menunjukkan ekstrak kulit mangga bisa mengurai racun dalam lumpur minyak melalui oksidasi, membersihkan tanah dari racun dan melarutkan besi.
Biruck Desalegn Yirsaw, ketua peneliti dalam proyek itu, mengatakan bahwa dia membuat nanopartikel menggunakan kulit mangga yang sudah dikeringkan, ditumbuk, direbus dan disaring, serta mencampurnya dengan klorida besi, dan berhasil menghilangkan 90 persen toksin dari pada tanah yang terkontaminasi racun.
Ekstrak itu juga membersihkan 99 persen kromium toksik pada air yang terkontaminasi, menghadirkan solusi ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk mengatasi tumpahan minyak.
Tanah terkontaminasi saat ini ditangani menggunakan boron hidrida atau dibiarkan tercemar.
"Kulit mangga kaya senyawa bioaktif, sehingga masuk akal kalau besi nol valent dari kulit mangga bisa lebih ampuh untuk proses oksidasi," kata Yirsaw dalam siaran pers yang dikutip kantor berita Xinhua.
"Menurut temuan kami, partikel nano besi kulit mangga bekerja amat sangat bagus, bahkan lebih baik ketimbang kerja sintesis kimia dalam menghilangkan lebih banyak cemaran dalam lumpur minyak," katanya.
"Penelitian kami menggunakan limbah mangga, kulitnya, untuk menghadirkan solusi penanganan lumpur minyak yang terjangkau, berkelanjutan dan ramah lingkungan," katanya.
Dan sementara dunia terus bergantung secara ekonomi dan politik pada industri minyak sebagai sumber energi, ia melanjutkan, kerja untuk mengatasi dampak polusi minyak akan tetap menjadi isu yang serius dan berlanjut.
Asosiasi Industri Mangga Australia mendukung penggunaan produk itu, menyatakan bahwa itu "jelas mendukung pengembangan penggunaan hasil samping dari proses pengolahan mangga."
Editor: Maryati
Studi yang hasilnya dipublikasikan pada Rabu (26/9) oleh University of South Australia menunjukkan ekstrak kulit mangga bisa mengurai racun dalam lumpur minyak melalui oksidasi, membersihkan tanah dari racun dan melarutkan besi.
Biruck Desalegn Yirsaw, ketua peneliti dalam proyek itu, mengatakan bahwa dia membuat nanopartikel menggunakan kulit mangga yang sudah dikeringkan, ditumbuk, direbus dan disaring, serta mencampurnya dengan klorida besi, dan berhasil menghilangkan 90 persen toksin dari pada tanah yang terkontaminasi racun.
Ekstrak itu juga membersihkan 99 persen kromium toksik pada air yang terkontaminasi, menghadirkan solusi ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk mengatasi tumpahan minyak.
Tanah terkontaminasi saat ini ditangani menggunakan boron hidrida atau dibiarkan tercemar.
"Kulit mangga kaya senyawa bioaktif, sehingga masuk akal kalau besi nol valent dari kulit mangga bisa lebih ampuh untuk proses oksidasi," kata Yirsaw dalam siaran pers yang dikutip kantor berita Xinhua.
"Menurut temuan kami, partikel nano besi kulit mangga bekerja amat sangat bagus, bahkan lebih baik ketimbang kerja sintesis kimia dalam menghilangkan lebih banyak cemaran dalam lumpur minyak," katanya.
"Penelitian kami menggunakan limbah mangga, kulitnya, untuk menghadirkan solusi penanganan lumpur minyak yang terjangkau, berkelanjutan dan ramah lingkungan," katanya.
Dan sementara dunia terus bergantung secara ekonomi dan politik pada industri minyak sebagai sumber energi, ia melanjutkan, kerja untuk mengatasi dampak polusi minyak akan tetap menjadi isu yang serius dan berlanjut.
Asosiasi Industri Mangga Australia mendukung penggunaan produk itu, menyatakan bahwa itu "jelas mendukung pengembangan penggunaan hasil samping dari proses pengolahan mangga."
Editor: Maryati
Pewarta : Antara
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Firli Bahuri menegaskan SYL belum berperkara saat bertemu di GOR Mangga Besar
18 October 2023 13:31 WIB, 2023
BRIN dan Universitas Osaka kerja sama riset karakterisasi mangga Indonesia
03 June 2022 19:37 WIB, 2022
Tora Sudiro sembunyikan tato demi peran sopir taksi di film "Mangga Muda"
20 January 2020 10:33 WIB, 2020
KPK ungkap kode "mangga yang manis" terkait suap pengaturan proyek Bupati Indramayu
16 October 2019 0:01 WIB, 2019
Terpopuler - Sejagat
MK: Uji materi soal pembatasan hak amnesti-abolisi oleh presiden tak dapat diterima
30 January 2026 18:08 WIB
Lihat Juga
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB