Mamuju (ANTARA Sulsel) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Manakarra Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mulai mencanangkan sistem gravitasi dalam pengambilan air baku.

Direktur PDAM Tirta Manakarra Mamuju, Muhammad Nur, di Mamuju, Senin, mengatakan, pencanangan sistem tersebut sudah disepakati oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air.

Direncanakan, pada Februari 2010 proyek tersebut sudah dapat dilaksanakan.

"Lokasi sumber air baku terletak di Lingkungan So'do yang terdapat air terjun dengan kapasitas air yang cukup besar," ungkapnya.

Ia mengatakan, dengan menggunakan sistem gravitasi penuh, akan meminimalisir biaya operasional karena tidak membutuhkan bahan bakar untuk menarik air.

"Panjang pipa yang dibutuhkan pada proyek ini adalah sekitar 432 meter, dan terbuat dari bahan khusus yang mampu menahan derasnya aliran air terjun. Ukurannya pun cukup besar, sehingga dapat menampung air dalam jumlah yang banyak," jelasnya.

Biaya yang dibutuhkan cukup besar, dan diperkirakan mencapai Rp15 miliar yang bersumber dari APBN.
Penggunaan sistem ini sangat penting, mengigat pengambilan air diseluruh instalasi masih memakai model semi gravitasi, dan membutuhkan biaya operasional yang cukup tinggi.

Saat ini, kata dia, proyek tersebut sudah memasuki tahap tender. Proses pembuatannya pun tidak akan memakan waktu yang lama, yakni sekitar tiga hingga lima bulan, dengan syarat tersedianya dana, dan kondisi alam yang memadai.

Dengan menggunakan sistem ini, proses pendistribusian air kepada masyarakat tinggal membutuhkan pembangunan pipa intek dan distribusi.

Karena itu, kata dia, pengoperasiannya akan lebih efisien dan murah karena tidak membutuhkan lagi mesin pengambilan air.

(T.PSO-103/S016)