
Peneliti University of Edinburgh Skotlandia kenalkan pendekatan riset kreatif

Makassar (ANTARA) - Peneliti dari University of Edinburgh, Skotalandia Farah Akbar BEd PhD perkenalkan pendekatan kreatif dan transformatif yang mendorong pergeseran paradigma riset dari proses ekstraksi data menjadi praktik kolaboratif yang membangun pengetahuan secara inklusif.
Farah Akbar dalam kuliah umumnya di Unhas, Rabu, menyampaikan, riset konvensional selama ini kerap dikritik karena menempatkan partisipan sebagai objek penelitian.
Hal ini, kata dia, berpotensi mengabaikan dimensi kemanusiaan dan pengalaman hidup yang kompleks, terutama dari kelompok marginal yang suaranya sering tidak terwakili.
Menurut dia, relasi kuasa dalam penelitian tradisional dapat menciptakan jarak antara peneliti dan realitas sosial yang dikaji.
“Riset tradisional sering kali berbicara tentang orang lain, bukan bersama mereka. Pendekatan kreatif dihadirkan untuk menangkap makna yang lebih dalam di balik data,” katanya.
Ia menjelaskan, metode ini membuka ruang bagi partisipan untuk mengekspresikan pengalaman melalui berbagai medium yang lebih fleksibel. Instrumen yang digunakan meliputi pendekatan visual seperti gambar dan fotografi, pendekatan performatif seperti drama dan bermain peran, serta pendekatan digital melalui blog dan media sosial.
Ragam metode ini memungkinkan eksplorasi emosi, memori, dan budaya secara lebih komprehensif. Pendekatan kreatif dinilai efektif dalam menggali isu sensitif karena memberikan ruang ekspresi yang lebih aman bagi partisipan.
“Tidak semua pengalaman dapat diungkapkan dengan kata-kata, terkadang visual dan ekspresi tubuh justru lebih jujur,” tambahnya.
Selain kreativitas, prinsip partisipatif menjadi pondasi utama dalam pendekatan ini. Partisipan tidak lagi diposisikan sebagai objek, melainkan sebagai rekan peneliti (co-researchers) yang terlibat aktif dalam seluruh tahapan penelitian.
Konsep lived experience as expertise menegaskan bahwa pengalaman hidup merupakan bentuk pengetahuan yang sah.
“Pengalaman hidup adalah keahlian yang tidak bisa digantikan oleh observasi semata,” tegas Farah.
Meskipun menawarkan pendekatan yang lebih inklusif dan humanis, metode ini memiliki tantangan, seperti kebutuhan waktu yang lebih intensif dan ketergantungan pada konteks.
Oleh karena itu, pemilihan metode harus mempertimbangkan aspek etika, relevansi, dan tujuan penelitian agar menghasilkan pengetahuan yang bermakna dan berkeadilan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Peneliti University of Edinburgh kenalkan pendekatan riset kreatif
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
