Anak pahlawan pembangunan trans Papua terima beasiswa
Sabtu, 8 Desember 2018 4:42 WIB
Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro (kiri) didampingi Komisaris PT Istaka Karya Iswanto Sunaryo (dua kanan) berusaha menenangkan pihak keluarga korban penembakan di Papua, disela serah terima jenazah korban di Lanud Sultan Hasanuddin, Maros, Jumat (7/12). (Foto ANTARA/Darwin Fatir/18)
Marosl (ANTARA News) - Kementerian BUMN menjamin anak dari pahlawan pembangunan Trans Papua yang gugur saat mengerjakan proyek jalan Trans Papua, di Distrik Yigi dan Mbua, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua berhak menerima beasiswa pendidikan.
"Ahli waris akan diberikan hak-haknya sesuai aturan berlaku. Bagi almarhum yang memiliki anak masih kecil akan diberikan beasiswa pendidikan sampai SMA," ucap Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro, di Lanud Hasanuddin Maros, Sulawesi Selatan, Jumat.
Selain itu, Menteri BUMN juga akan memberikan santunan dengan jumlah tertentu kepada seluruh korban yang meninggal dalam aksi penembakan tersebut oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Minggu (2/12/2018) di Distrik Yigi dan Mbua, Kabupaten Nduga, Papua.
Pihaknya berterima kasih kepada TNI maupun Polri mengantar sebanyak 16 jenazah melalui Timika, Makassar hingga berakhir di Jakarta. Untuk jumlah jenazah diantar ke Makassar sebanyak 14 peti jenazah.
Untuk dua lainnya diantar ke Jakarta menggunakan pesawat Hercules, selanjutnya di bawa ke Medan, Provinsi Sumatera Utara oleh pihak keluarganya menggunakan pesawat komersil.
"Dua korban ini yakni Jegri Simare Mare adalah karyawan Istaka Karya dan Efrandi Hutagaol merupakan pengawas dari Kementerian PUPR. Keduanya akan dibawa ke Medan untuk dimakamkan keluarganya, selebihnya 14 sudah diserahkan kepada keluarga di Lanud Hasanuddin, " katanya.
Kementerian BUMN bersama Kementerian PU PR menyampaikan duka cita secara mendalam atas peristiwa tersebut yang merenggut banyak nyawa orang-orang tidak bersalah.
Sementara data kondisi terakhir ada 28 orang selamat, tujuh orang pekerja Istaka Karya, satu orang pekerja tower Telkomsel 12 orang pekerja bangunan (buruh) dan delapan orang pekerja sipil lainnya. Sementara terindentifikasi meninggal dunia sebanyak 16 orang. Salah seorang keluarga korban penembakan di Nduga, Papua mencium foto korban yang terpasang di mobil ambulans seusai acara serah terima di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Maros, Jumat (7/12). (Foto ANTARA/Darwin Fatir/18).
"Ahli waris akan diberikan hak-haknya sesuai aturan berlaku. Bagi almarhum yang memiliki anak masih kecil akan diberikan beasiswa pendidikan sampai SMA," ucap Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro, di Lanud Hasanuddin Maros, Sulawesi Selatan, Jumat.
Selain itu, Menteri BUMN juga akan memberikan santunan dengan jumlah tertentu kepada seluruh korban yang meninggal dalam aksi penembakan tersebut oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Minggu (2/12/2018) di Distrik Yigi dan Mbua, Kabupaten Nduga, Papua.
Pihaknya berterima kasih kepada TNI maupun Polri mengantar sebanyak 16 jenazah melalui Timika, Makassar hingga berakhir di Jakarta. Untuk jumlah jenazah diantar ke Makassar sebanyak 14 peti jenazah.
Untuk dua lainnya diantar ke Jakarta menggunakan pesawat Hercules, selanjutnya di bawa ke Medan, Provinsi Sumatera Utara oleh pihak keluarganya menggunakan pesawat komersil.
"Dua korban ini yakni Jegri Simare Mare adalah karyawan Istaka Karya dan Efrandi Hutagaol merupakan pengawas dari Kementerian PUPR. Keduanya akan dibawa ke Medan untuk dimakamkan keluarganya, selebihnya 14 sudah diserahkan kepada keluarga di Lanud Hasanuddin, " katanya.
Kementerian BUMN bersama Kementerian PU PR menyampaikan duka cita secara mendalam atas peristiwa tersebut yang merenggut banyak nyawa orang-orang tidak bersalah.
Sementara data kondisi terakhir ada 28 orang selamat, tujuh orang pekerja Istaka Karya, satu orang pekerja tower Telkomsel 12 orang pekerja bangunan (buruh) dan delapan orang pekerja sipil lainnya. Sementara terindentifikasi meninggal dunia sebanyak 16 orang. Salah seorang keluarga korban penembakan di Nduga, Papua mencium foto korban yang terpasang di mobil ambulans seusai acara serah terima di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Maros, Jumat (7/12). (Foto ANTARA/Darwin Fatir/18).
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Konsorsium Internasional Pendidikan Tanggap Bencana libatkan Universitas Hasanuddin
15 January 2020 10:48 WIB, 2020
Dirjen Pendis : Mutu pendidikan Indonesia diharapkan keluar dari peringkat 72
17 December 2019 5:06 WIB, 2019