Mendikbud: SMK butuh 90 ribu guru
Rabu, 16 Januari 2019 16:01 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy memberikan keterangan pers di Makassar, Rabu. (Foto Antara/Abd Kadir/19)
Makassar (Antaranews Sulsel) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan Sekolah Menengah Kejuruan se-Indonesia masih membutuhkan hingga sebanyak 90 ribu guru untuk mendidik para pelajar pada tahun ini.
Mendikbud Muhadjir Effendy di Makassar, Rabu, mengatakan guru yang dibutuhkan SMK tentunya harus memiliki keahlian dan memenuhi persyaratan.
"Jadi kita membutuhkan guru SMK itu pada tahun ini kira-kira sebanyak 90 ribu guru sesuai keahliannya," katanya pada acara peluncuran program pendidikan vokasi industri untuk wilayah Sulawesi di PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), Sulawesi Selatan.
Ia menjelaskan, guru yang dibutuhkan yakni harus tergolong sebagai guru produktif atau yang memiliki kecakapan dan keahlian yang dibutuhkan di berbagai program di SMK.
Seperti dari sektor industri kemaritiman, industri pariwisata, industri pertanian dan industri ekonomi kreatif.
Bagi guru yang ada saat ini dan belum memiliki keahlian, kata dia, akan disekolahkan kembali agar bisa siap dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.
Menurut dia, saat ini sudah? banyak guru yang memenuhi persyaratan karena adanya program pemerintah untuk menyekolahkan para guru normatif dan adaptif tersebut melalui program keahlian ganda.
"Jadi guru-guru SMK yang selama ini tidak punya keahlian, kita sekolahkan lagi. Bahkan sekarang telah dilaksanakan terhadap 15 ribu guru,"jelasnya.
Mendikbud Muhadjir Effendy di Makassar, Rabu, mengatakan guru yang dibutuhkan SMK tentunya harus memiliki keahlian dan memenuhi persyaratan.
"Jadi kita membutuhkan guru SMK itu pada tahun ini kira-kira sebanyak 90 ribu guru sesuai keahliannya," katanya pada acara peluncuran program pendidikan vokasi industri untuk wilayah Sulawesi di PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), Sulawesi Selatan.
Ia menjelaskan, guru yang dibutuhkan yakni harus tergolong sebagai guru produktif atau yang memiliki kecakapan dan keahlian yang dibutuhkan di berbagai program di SMK.
Seperti dari sektor industri kemaritiman, industri pariwisata, industri pertanian dan industri ekonomi kreatif.
Bagi guru yang ada saat ini dan belum memiliki keahlian, kata dia, akan disekolahkan kembali agar bisa siap dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.
Menurut dia, saat ini sudah? banyak guru yang memenuhi persyaratan karena adanya program pemerintah untuk menyekolahkan para guru normatif dan adaptif tersebut melalui program keahlian ganda.
"Jadi guru-guru SMK yang selama ini tidak punya keahlian, kita sekolahkan lagi. Bahkan sekarang telah dilaksanakan terhadap 15 ribu guru,"jelasnya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Muhadjir usul ke Pratikno masa awal masuk sekolah diubah jadi 6 tahun
21 October 2024 14:32 WIB, 2024
Presiden Jokowi tunjuk Muhadjir dan Airlangga sebagai Plt Mendes PDTT dan Menaker
01 October 2024 11:42 WIB, 2024
Presiden Jokowi tunjuk Muhadjir Effendy sebagai Plt Menteri Sosial
06 September 2024 11:42 WIB, 2024
Menko PMK sebut upacara pembukaan PON Aceh-Sumut siap digelar pada 9 September
06 September 2024 10:09 WIB, 2024
Pemerintah memberikan insentif untuk daerah yang sukses turunkan stunting
05 September 2024 5:09 WIB, 2024
Menko PMK : Upacara HUT Ke-79 Kemerdekaan Indonesia digelar di IKN dan Istana Jakarta
10 June 2024 12:01 WIB, 2024
Menko PMK : Sulit untuk memastikan ASN bisa 100 persen netral saat Pemilu
18 December 2023 14:42 WIB, 2023
Menko PMK berpesan agar warga terapkan Prokes saat liburan Natal dan tahun baru 2024
18 December 2023 14:04 WIB, 2023
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Konsorsium Internasional Pendidikan Tanggap Bencana libatkan Universitas Hasanuddin
15 January 2020 10:48 WIB, 2020
Dirjen Pendis : Mutu pendidikan Indonesia diharapkan keluar dari peringkat 72
17 December 2019 5:06 WIB, 2019