Gubernur Sulsel resmikan batik khas Bulukumba
Senin, 4 Februari 2019 13:48 WIB
Makassar(Antaranews Sulsel) - Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah (NA) melaunching batik resmi Kabupaten Bulukumba dengan desain gambar Pahlawan Nasional HA Sulthan Daeng Radja bertepatan dengan perayaan Hari ulang Tahun (HUT) Bulukumban ke-59 tahun.
Gubernur Sulsel usai agenda launching pada keterangan persnya , Senin, mengaku bangga dengan motif yang lokal dan hadirnya pahlawan nasional asal Bulukumba dalam desain baju tersebut.
"Dengan bangga hati dengan melaunching batik resmi Pemerintah Kabupaten Bulukumba desainnya menggunakan sebuah desain budaya dengan desain Andi Shultan Daeang Radja," sebutnya.
Kemudian penyerahan uang pembinaan kepada atlet berprestasi Bulukumba oleh Bupati, disaksikan oleh gubernur.
Selanjutnya, meninggalkan halaman Masjid Islamic Center Dato Tiro berjalan kurang lebih 150 meter. NA pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya Gedung Baru DPRD Bulukumba di Jalan Sultan Hasanuddin.
Menariknya, lobi bangunan berlantai tiga tersebut didekorasi menunjukkan ciri khas Kabupaten Bulukumba. Salah satunya, miniatur mahakarya Perahu Pinisi, perahu asal Bulukumba yang proses pembuatannya saat ini telah menjadi warisan dunia UNESCO.
Selanjutnya, NA melakukan peninjauan ke lokasi shelter pedagang kaki lima bantuan Kementerian Koperasi UKM RI di Taman Kota (eks Pasar Sentral Bulukumba).
Asal kata penamaan Bulukumba sendiri, seperti dilansir dari website resmi Pemerintah Daerah Bulukumba (www.bulukumbakab.go.id.).
Kabupaten dengan mitologi penamaan “Bulukumba” ini, konon bersumber dari dua kata dalam bahasa Bugis yaitu “Bulu’ku” dan “Mupa” yang dalam bahasa Indonesia berarti “masih gunung milik saya atau tetap gunung milik saya”.
Kabupaten yang dijuluki Butta Panrita Lopi saat ini dipimpin oleh Bupati AM Sukri A Sappewali dan Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto.***1**
Gubernur Sulsel usai agenda launching pada keterangan persnya , Senin, mengaku bangga dengan motif yang lokal dan hadirnya pahlawan nasional asal Bulukumba dalam desain baju tersebut.
"Dengan bangga hati dengan melaunching batik resmi Pemerintah Kabupaten Bulukumba desainnya menggunakan sebuah desain budaya dengan desain Andi Shultan Daeang Radja," sebutnya.
Kemudian penyerahan uang pembinaan kepada atlet berprestasi Bulukumba oleh Bupati, disaksikan oleh gubernur.
Selanjutnya, meninggalkan halaman Masjid Islamic Center Dato Tiro berjalan kurang lebih 150 meter. NA pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya Gedung Baru DPRD Bulukumba di Jalan Sultan Hasanuddin.
Menariknya, lobi bangunan berlantai tiga tersebut didekorasi menunjukkan ciri khas Kabupaten Bulukumba. Salah satunya, miniatur mahakarya Perahu Pinisi, perahu asal Bulukumba yang proses pembuatannya saat ini telah menjadi warisan dunia UNESCO.
Selanjutnya, NA melakukan peninjauan ke lokasi shelter pedagang kaki lima bantuan Kementerian Koperasi UKM RI di Taman Kota (eks Pasar Sentral Bulukumba).
Asal kata penamaan Bulukumba sendiri, seperti dilansir dari website resmi Pemerintah Daerah Bulukumba (www.bulukumbakab.go.id.).
Kabupaten dengan mitologi penamaan “Bulukumba” ini, konon bersumber dari dua kata dalam bahasa Bugis yaitu “Bulu’ku” dan “Mupa” yang dalam bahasa Indonesia berarti “masih gunung milik saya atau tetap gunung milik saya”.
Kabupaten yang dijuluki Butta Panrita Lopi saat ini dipimpin oleh Bupati AM Sukri A Sappewali dan Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto.***1**
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Makanan khas Sulsel "Pallu Ce'la" dilombakan di Festival Beautiful Malino 2025
11 July 2025 21:42 WIB
Terpopuler - Kabar Sulsel
Lihat Juga
Bantuan emergensi kesehatan berbasis aplikasi hadir di Sulawesi Selatan
17 January 2020 6:16 WIB, 2020
Konsorsium Internasional Pendidikan Tanggap Bencana libatkan Universitas Hasanuddin
15 January 2020 10:48 WIB, 2020
Rektor UIM akan ubah proses pembelajaran dari konvensional ke digital
15 January 2020 4:26 WIB, 2020
Pj Wali Kota Makassar luncurkan sekolah sampah di Kecamatan Manggala
12 January 2020 17:04 WIB, 2020